Ketika Rupiah Terus Melemah, Apa Kata Kata Jokowi?

BLOKBERITA, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengatakan, permasalahan depresiasi mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut dia, negara lain juga mengalami hal serupa seperti Indonesia. "Semua negara mengalami hal yang sama," ujar Jokowi di Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5/2018). Jokowi menuturkan, depresiasi mata uang terjadi salah satu faktornya karena terjadinya perang dagang antara Amerika dan China. "Kenaikan suku bunga AS yang mereka memastikan mungkin ada tiga atau empat kali, semua negara ini mengalami hal yang sama," kata Jokowi.

Nilai tukar rupiah sore ini melemah terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 14.084 per dollar AS. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 2,3 persen atau 133,22 poin di posisi 5.907,94. Sebanyak 226 saham diperdagangkan menguat, 185 saham melemah dan 93 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 9,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,14 triliun. Adapun net sell oleh investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 328,17 miliar dan di pasar reguler Rp 202,43 miliar.    

Tanggapan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai tukar rupiah yang pada Senin (7/5/2018) mencapai Rp 14.000 per dollar AS akibat situasi pasar yang sedang melakukan penyesuaian terhadap perubahan kebijakan oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal yang akan dilakukan pemerintah untuk menyikapinya adalah dengan terus berkoordinasi menjaga kinerja perekonomian Indonesia tetap baik sambil sama-sama melalui masa penyesuaian ini. "Kami akan terus menjaga perekonomian Indonesia, fondasi kami perkuat, kinerja kami perbaiki, hingga apa yang disebut sentimen market itu relatif bisa netral terhadap Indonesia," kata Sri Mulyani di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin malam. Menurut Sri Mulyani, pengelolaan dari sisi fiskal tetap terjaga, dengan defisit transaksi berjalan di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), inflasi di kisaran 3,5 persen, serta tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen untuk kuartal I 2018 yang dinilai masih baik.

Nilai tukar rupiah sore ini melemah terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 14.084 per dollar AS. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 2,3 persen atau 133,22 poin di posisi 5.907,94. Sebanyak 226 saham diperdagangkan menguat, 185 saham melemah dan 93 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 9,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,14 triliun. Adapun net sell oleh investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 328,17 miliar dan di pasar reguler Rp 202,43 miliar.

DPR akan Panggil Sri Mulyani

Komisi XI DPR memastikan akan memanggil beberapa pihak terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang tajam, bahkan hingga menembus angka Rp 14.000 per dollar AS. Namun, pemanggilan itu baru akan dilakukan setelah masa reses anggota DPR selesai. Saat ini, DPR memang masih dalam masa reses.
" Pasti Menkeu, Bank Indonesia serta OJK kami panggil untuk meminta program kerja mereka dan menghadapi masalah ini," ujar Wakil Ketua Komisi XI Hafisz Tohir kepada pers, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Pemerintah tutur dia, harus mengambil momentum pelemahan rupiah untuk meningkatkan ekspor. Hal ini terbuka karena komoditas asal Indonesia menjadi lebih murah nilainya.

Sementara itu, BI dinilai bagus cermat menggunakan cadangan devisa di pasar uang. Dengan demikian, stabilitas rupiah tetap terjaga dan tidak menimbulkan kepanikan. "OJK sebagai lembaga pengawas keuangan nasional juga harus terus memantau setiap pergerakan spekulasi yang mungkin saja dilakukan oleh pebisnis," kata dia. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai tukar rupiah yang pada Senin (7/5/2018) mencapai Rp 14.000 per dollar AS akibat situasi pasar yang sedang melakukan penyesuaian terhadap perubahan kebijakan oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal yang akan dilakukan pemerintah untuk menyikapinya adalah dengan terus berkoordinasi menjaga kinerja perekonomian Indonesia tetap baik sambil sama-sama melalui masa penyesuaian ini.
" Kami akan terus menjaga perekonomian Indonesia, fondasi kami perkuat, kinerja kami perbaiki, hingga apa yang disebut sentimen market itu relatif bisa netral terhadap Indonesia," kata Sri Mulyani.   (bmw/kmps/dtc/tempo)
















View

Related

HEADLINES 5477756219929844764

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item