Mengapa Presiden Mugabe Dikudeta ?

BLOKBERITA, ZIMBABWE -- Perpolitikan Zimbabwe mengalami gejolak. Militer Zimbabwe mengumukan bahwa mereka telah mengambil alih kekuasaan. Militer mengambilalih kekuasaan dari Presiden Robert Mugabe.

Saat ini kondisi di Zimbabwe menunjukkan berbagai lokasi strategis dikuasai militer. Kendaraan lapis baja memblokir jalan ke kantor pemerintah utama, parlemen dan pengadilan di Harare tengah, Zimbabwe.

Meski telah dikudeta, militer menjamin bahwa kondisi Mugabe dan keluarganya kini dalam kondisi "aman dan sehat". Militer ingin menegaskan bahwa kudeta ini tidak berdarah.
Militer beralasan bahwa langkah kudeta ini dilakukan sebagai sebuah serangan terhadap para "penjahat" yang ada di sekitar Mugabe. Menurut militer, selama ini para "penjahat" tersebut telah menyebabkan terjadinya penderitaan sosial dan ekonomi masyarakat negara itu.
" Kami hanya menargetkan penjahat di sekitarnya (Mugabe) yang melakukan kejahatan dan menyebabkan penderitaan sosial dan ekonomi di negara ini. Kami akan membawa mereka ke pengadilan," kata Mayor Jenderal M Moyo, Kepala Logistik, di televisi nasional pada Rabu (13/11).
Militer berjanji bahwa kondisi negeri itu akan kembali stabil setelah target yang mereka tetapkan itu telah tercapai.
" Begitu kita menyelesaikan misi kita, kita berharap situasinya akan kembali normal," kata Moyo sebagaimana dilansir Reuters pada Rabu (13/11/2017).

Dalam kudeta ini, militer dilaporkan telah menahan Menteri Keuangan Ignatius Chombo. Chombo adalah anggota terkemuka dari faksi 'G40' dari partai ZANU-PF yang berkuasa, yang dipimpin oleh istri Mugabe, Grace, yang memiliki ambis untuk menggantikan Mugabe.
Spekulasi tentang akan terjadinya kudeta sebenarnya sudah muncul dalam sepekan terakhir, seiring dengan semakin tidak stabilnya kondisi politik di negara itu. Friksi politik semakin keras terjadi dan menimbulkan ketidakpastian.

Robert Mugabe (93 tahun) tidak lagi menjadi pemimpin Zimbabwe. Ia menjadi kepala pemerintahan Zimbabwe sejak 1980 sebagai perdana menteri pertama dan kemudian Presiden eksekutif pertama pasca kemerdekaan tahun 1970an.
Pada dini hari Rabu (15/11/2017), militer Zimbabwe, yang sebelumnya digunakan sebagai cara untuk menekan oposisi, menempatkan Robert Mugabe di bawah “tahanan rumah”.
Mugabe memiliki kebijakan politik yang represif dan bermasalah dalam mengelola ekonomi negara. Banyak warga Zimbabwe -terutama penduduk perkotaan- menyalahkannya atas kondisi negara yang buruk, termasuk pengangguran yang merajalela serta kemiskinan yang meluas.
Setelah ketidakpuasan rakyat dalam beberapa tahun terakhir, pengambilalihan militer tampaknya memberi dorongan baru untuk kebebasan berbicara di Harare.
“Jika ini terjadi, kita akan menganggap ini di masa depan sebagai ‘Hari Kemerdekaan kedua’, setelah tanggal 18 April 1980,” kata Tineyi Chimwanda, yang mengaku sebagai pengusaha lokal.
Juru bicara militer Sibusiso Moyo, mengumumkan perebutan kekuasaan militer dalam sebuah siaran berulang kali di saluran TV satu-satunya Zimbabwe, Broadcasting Corporation. Moyo dikenal sebagai juru bicara dan rekan dekat Mugabe selama bertahun-tahun.
Pidato Moyo disambut oleh sekelompok pelanggan restoran saat makan siang di Harare tengah. Pihak militer membantah telah melakukan kudeta, dengan mengatakan bahwa tindakan itu hanya sebagai bentuk menetralisir “penjahat” di lingkungan Mugabe. Presiden dan keluarganya, kata militer, aman dan sehat.

Dugaan Pemicu Kudeta Militer

Intervensi militer diduga karena dipicu pemecatan Emmerson Mnangagwa, seorang veteran perang, sebagai wakil presiden. Pemecatannya terjadi setelah partai Mugabe, ZANU-PF  selama berbulan-bulan membicarakan tentang penggantinya.
Pada hari Senin, Panglima Militer, Constantine Chiwenga memperingatkan bahwa militer tidak akan “ragu-ragu untuk melangkah jika pembersihan mantan pejuang perang kemerdekaan di ZANU-PF terus dilakukan.
Mnangagwa, sekutu Chiwenga, memimpin sebuah faksi yang berselisih dengan partai yang dipimpin oleh istri Mugabe, Grace, dan beberapa anggota partai yang lebih muda.
Spekulasi yang berkembang adalah bahwa Mnagangwa, yang melarikan diri dari Zimbabwe setelah dipecat, akan kembali ke rumah untuk memimpin pemerintahan transisi setelah kudeta.

[bazz/Al-Jazeera/berbagai sumber]
View

Related

GLOBAL 1059674911004074860

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item