KUA Batalkan Pernikahan Sejenis di Purworejo

BLOKBERITA, PURWOREJO -- Pernikahan antara Wilis Setyowati (27) warga Desa Sidoleren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dengan Pratama (30) warga Desa Binong, Kecamatan Curug, Kota Tangerang Jawa Barat terpaksa harus gagal dilaksanakan. Keluarga mempelai perempuan merasa shock begitu mengetahui calon mempelai pria ternyata seorang perempuan.

Rencana pernikahan yang bakal digelar pada hari Selasa (5/9/2017) antara sepasanag kekasih yang sudah berpacaran selama tujuh tahun itu harus berhenti di tengah jalan. Calon mempelai laki-laki Pratama diketahui bernama Nova Aprida Avriani yang berjenis kelamin perempuan.

Mengetahui hal tersebut, ibu dari calon mempelai perempuan, Markamah (45) mengaku kecewa dan shock berat. Anak kesayangannya yang akan menggelar pernikahan bahagia esok hari ternyata harus berakhir menyakitkan.

" Sakit banget rasanya, kecewa dan malu," katanya kepada detikcom, Senin (4/9/2017) saat ditemui di rumahnya.

Markamah sendiri sebelumnya tidak pernah kenal dengan calon menantunya itu. Pratama alias Nova Aprida Avriani baru beberapa hari yang lalu datang ke rumah Markamah bersama anak perempuannya dan langsung melamar untuk menikahi anak pertama pasangan Tamrin (50) dan Markamah (45) itu.

Pratama sendiri sudah sejak hari Kamis (31/8/2017) datang ke rumah calon mempelai perempuan. Yang janggal, ia hanya datang seorang diri tanpa didampingi oleh keluarga lain seperti layaknya orang yang hendak menikah.

" Sejak hari Kamis kemarin ia datang dan nginap di sini, tapi kok datangnya sendirian tanpa didampingi oleh keluarga," tutur Markamah.

Kasus ini terbongkar ketika Pratama alias Nova Aprida Avriani yang mengaku sebagai laki-laki itu hendak mendaftarkan pernikahan ke KUA Gebang.

Pihak KUA dan Puskesmas setempat yang curiga, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap Pratama yang sebelumnya mengaku sebagai laki-laki. Namun hasil pemeriksaan medis oleh tim dokter menunjukkan calon pengantin laki-laki tersebut berjenis kelamin perempuan.

Berbekal hasil pemeriksaan dari Puskesmas tersebut, akhirnya pihak KUA langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas polisi. Oleh polisi, sang mempelai yang berpenampilan layaknya laki-laki tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Purworejo bersama pasangannya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini terkait dugaan tindak pidana yang ada.

Image result for pernikahan sejenis di purworejo

Tamu Tetap Datang

Pernikahan sejenis antara Wilis Setyowati (27) warga Desa Sidoleren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo dengan Pratama (26) warga Desa Binong, Kecamatan Curug, Kota Tangerang, Banten gagal dilaksanakan. Namun para tamu tetap menghadiri undangan di rumah mempelai perempuan.

Tuan rumah baik ibunya Wilis, Ny Markamah beserta anggota keluarga lainnya berdiri di depan rumah menerima ucapan dan jabat tangan dari tamu yang datang. Karena warga sudah tahu peristiwa yang terjadi, mereka hanya datang bersalaman tanpa mengucapkan sepatahkan kata pun. Sedangkan Ny Markamah saat berjabat tangan hanya mengucapkan terimakasih.

Rencana pernikahan yang bakal digelar pada hari ini Selasa (5/9/2017) pagi antara Wilis dan Pratama gagal. Calon mempelai laki-laki Pratama diketahui bernama Nova Aprida Ariani yang berjenis kelamin perempuan setelah KUA bersama dokter Puskesmas Kecamatan Gebang memeriksanya.  

Tamu Tetap Datang Meski Pernikahan Sejenis di Purworejo Gagal
Meski gagal, suasana di rumah calon mempelai perempuan itu tetap ramai dikunjungi oleh para tetangga, saudara dan kerabatnya.

Salah satu tamu undangan yang hadir, Kusmi (50), mengungkapkan sudah mengetahui kejadian sebenarnya terkait gagalnya pernikahan antara Wilis dan calon suaminya itu. Namun ia tetap datang untuk kondangan sebagai bentuk empati.

" Ya tahu kalau gagal, tapi tetap kondangan, nggak papa sudah diniati datang," tuturnya di rumah mempelai wanita di Desa Sidoleren, Gebang.

Awalnya, pihak keluarga mempelai perempuan sendiri tidak menyadari bahwa Pratama yang mengaku laki-laki ternyata adalah seorang perempuan. Mengetahui hal tersebut pihak keluarga merasa shock dan kecewa. Layaknya pesta pernikahan, tamu yang datang juga disuguhi bermacam-macam hidangan. Tenda dan kursi juga telah dipasang di sekitar halaman rumah.  (bass/dtc)


View

Related

REGIONAL 736695976378068548

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item