Anggota DPRD Nekat Bakar 7 Sekolah di Palangka Raya

BLOKBERITA, PALANGKARAYA -- Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Yasen Binti, ditangkap lantaran membakar 7 sekolah dasar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan pelaku beralasan melakukan aksi nekatnya karena ingin mendapatkan perhatian dari Gubernur Kalteng.
" Hal ini didasarkan pada motif yang bersangkutan ingin mendapatkan perhatian dari Gubernur Kalimantan Tengah, terkait dengan pengadaan proyek," ungkap Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/9).
Terkait pengakuan motif pelaku itu Martinus menyebut pihaknya masih akan mengujinya. Polisi akan membandingkan pernyataan pelaku dengan fakta-fakta yang ditemukan untuk mendapatkan motif sesungguhnya.
" Kita akan dalami apakah ada soal-soal lain yang perlu diselesaikan di antara mereka atau apakah ada motif-motif lain," ujar Martinus.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah menetapkan 9 orang tersangka terkait pembakaran 7 sekolah dasar tersebut.
Anggota DPRD Yansen hingga saat ini masih diduga sebagai dalang dari kasus tersebut. Sementara, lainnya merupakan eksekutor aksi pembakaran.
" Dari sembilan orang itu, yang menyuruh dua orang. Dua orang ini menyuruh enam orang jadi. Total ada sembilan. Sampai saat ini, apakah nanti ada tersangka lain atau tidak kita akan terus mendalami pemeriksaan ini," ungkap dia.  

Dibayar Rp 20 Juta Hingga Rp 120 Juta

Bareskrim Polri telah menetapkan anggota DPRD Kalimantan Tengah, Yansen Binti, sebagai aktor intelektual pembakaran tujuh sekolah dasar. Yansen diduga menyuruh sembilan orang membakar sekolah agar mendapat perhatian dari Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran.
Sembilan orang yang membakar sekolah di Palangkaraya ikut ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Mereka diduga menerima uang hingga ratusan juta rupiah dalam setiap kali beraksi.
" Bagi eksekutor yang melaksanakan tugas akan diberi imbalan senilai Rp 20 juta hingga Rp 120 juta untuk satu sekolah," kata Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Martinus Sitompul, Rabu (6/9).
Besaran uang untuk pembakaran setiap sekolah berbeda. Biaya membakar sekolah dibahas Yansen dan para eksekutor dalam sebuah rapat di Gedung KONI Palangkaraya. Saat ini, Yansen juga menjabat sebagai Ketua Harian KONI di Palangkaraya.
" Gubernur saat ini sudah tidak memperhatikan lagi kita. Agar kita diperhatikan, maka harus melakukan pembakaran," ujar Martinus mengulangi perkataan Yansen dalam rapat tersebut.
Dalam rapat itu, semula Yansen merencanakan ada 10 sekolah yang ingin mereka hanguskan. Namun, hingga mereka ditangkap polisi hanya sembilan sekolah yang terbakar.
Martinus juga menyebutkan, setelah rapat di Kantor KONI Palangkaraya rampung, para eksekutor mendatangi sekolah yang sudah ditentukan oleh tersangka AG alias N. Kemudian, mereka mulai menyalakan titik api di berbagai lokasi di sekitar sekolah saat suasana sepi.
Para eksekutor menggunakan kain atau handuk kecil yang digulung dan disiram dengan bahan bakar untuk menyalakan api. Kain tersebut kemudian dilempar ke dalam ruang kelas melalui jendela, ditusuk menggunakan kayu ke plafon, dan ditempelkan ke rak-rak buku atau ke bahan yang mudah terbakar lainnya agar api cepat menjalar.   (gram/tribun/kumparan)
View

Related

REGIONAL 4161169997265902444

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item