Surat Terbuka Iyyas Subiakto Kepada Prof. Amien Rais

BLOKBERITA, JAKARTA – Akun facebook Iyyas Subiakto menulis surat terhormat kepada Pak Amien Rais, ini merupakan surat “pedas” dan menohok kepada Amien Rais, berikut tulisannya:

PAK AMIN YANG TERHORMAT

Seperti disengat lebah ujung hidung saya mendengar berita bahwa bapak mengakui menerima uang haram dari Siti Fadillah dan Rokhmin Dahuri, saya masih berharap uang itu salah kirim, tapi masak bisa salah nomor rekening karena rekening bank biasanya agak panjang nomornya, lagi pula tidak disimpan dikontak hp sehingga tidak bisa salah pencet.
Pak Amin baru saja saya dipanggil dan diminta menulis surat pernyataan maaf oleh teman-teman yang bijak dari PP Muhammadiyah Jatim karena saya menulis tentang Bapak dan Pak Din, saya lakukan dengan rasa tanggung jawab di depan Kapolsek Waru, karena sebagai warga Muhammadiyah teman-teman terlukai dengan tulisan saya tentang bapak dan Pak Din. Apakah sekarang kawan-kawan nan bijak itu tidak ikut terluka manakala bapak melakukan hal terhina, padahal Bapak adalah pimpinan yang diagungkan tanpa bantahan.
Kemudian saya kaget saat Bapak dan teman-teman meluncurkan buku Usut Korupsi Ahok di gedung sakral rumah rakyat di MPR, Bapak memberi kata pengantar, atas nama kebenaran kami gusar karena kalau fakta itu tidak ada alangkah terhinanya kita dan bapak khususnya mengatakan yang tidak ada dan kini bapak ditengarai melakukan hal yang terhina itu dengan jumlah seujung kuku.

Pak Amin, saya pernah menulis surat ke rumah bapak kalau tidak salah 1 tahun yang lalu, saya memberi masukan bahwa bapak tidak usah lagi keluyuran di jalan jadi reformis murahan, kenapa tidak back to campus sebagai negarawan, memberi tauladan anak-anak muda yang butuh energi kebenaran bukan menerima hasutan karena nafsu setan. Sosok Bapak masih tercatat sebaga tokoh reformasi negeri ini, kenapa hal ini bisa terjadi, apa bapak sudah lupa diri bahwa berjuang tidak bisa dikawinkan dengan pecundang apalagi jadi pialang karena pasti mengkristal menjadi jalang
Saya pernah menerawang, bapak dan Pak Jokowi dua pendekar dari Solo yang telah mengguncang Indonesia dengan kiprah politik nan cantik, sayang bapak begitu syirik kepada Pak Jokowi, nazar jalan kaki dari Solo ke Monas yang tidak bapak lakukan, menjadi hempasan moral pertama buat bapak, karena kemenangan Jokowi adalah kemenangan rakyat yang berdaulat bukan dibuat-buat, begitu bapak salah hitung We and You is End. Sejak kasus itu Bapak makin liar, bapak terseret pada orasi demo pinggir jalan yang isinya bukan kelas Bapak, tapi karena Bapak ikut disana akhirnya bapak menjadi kelas yang sama dengan mereka, Rasullullah berkata: “Bila engkau ingin tau siapa dirinya, lihatlah siapa kawannya”, it clear, now we know who are you. Namun dengan tidak mengurangi rasa hormat saya masih berharap polisi tidak menemukan P21, dua alat bukti, yang diumumkan Pak Amin Rais terbukti menerima uang korupsi, done!. kalau itu terjadi maka saya akan membaca surat Ali Imran ayat 26; Tuhanlah yang memberi Kemuliaan, dan Dia juga menghinakan (membiarkan terhina), apakah itu buah perbuatan atau suratan kayaknya tipis untuk melihat perbedaannya.
Akhir kalam saya sampaikan, semoga bapak ikhlas dan kuat menghadapinya, tidak perlu sampai seperti teman bapak yang mau melumpuhkan Indonesia, karena ketahuan suaranya mirip mbek dikandang kambing, tapi ngelesnya sampai keujung dunia padahal buktinya ya sudah ada, terus apa kata dunia, kalau imamnya saja kelasnya pendusta, lha pengikutnya apa bukan durjana. Pak Amin, semoga bapak diparengi sehat, bisa menjalankan puasa di bulan Ramadhan yang penuh ampunan, semoga bila ada sedikit sesal Allah SWT akan mempertimbangkan ampunan, asal bapak tidak menyimpan yang lain dilipatan ingatan karena akan bisa menjadi kasus susulan seperti fitnah yang bersahut-sahutan yang selama ini bapak tuliskan, dan kini semua terbantahkan. #Indonesia sdg berduka karena guru bangsanya sdg menuai karma perbuatannya, wallahua’lam. (SFA). 

Surat Terbuka Kepada Dr. Din Syamsuddin

Setelah membaca surat kabar yang memuat statement DS ( Din Syamsuddin) pada diskusi Kebangsaan di Surabaya, Iyas Subiakto merilis tulisan yang tersebar di media sosial. Berikut tulisan dengan nama Iyas Subiakto yang diterma redaksi:
Intinya dia menyoroti kesenjangan sosial yang secara ekonomi dipegang segelintir golongan (tionghoa) sehingga ada ketimpangan dimasyarakat dalam segi kesejahteraan, dia menyoroti pemerintahan jokowi seolah semua salah dan jadi biang keroknya.
Din adalah kader Golkar zaman Soeharto dan melepas ikatan itu utk merambah dan mencari panggung baru dalam politik dan kedudukan.
Menjadi ketum Muhammadiyah dan sekarang menjadi ketua Dewan Pertimbangan MUI sebagai produser Fatwa dan Sertifikat halal dengan Fatwa kontroversial dalam kasus Ahok yang dituduh sebagai seorang penista agama yang lucu dan menggelikan bagi orang waras dan tidak bebal.
Din selaku Public Figur yang selalu mau tersohor kadang selalu amnesia, dia lupa dan diam saja saat Soeharto membangun perkoncoan dengan segelintir orang-orang cina dan membabat habis sumber daya Indonesia selama 32 tahun.
Ditambah presiden rekaman 10 tahun yang cuma nyanyi dan memperkaya diri, kemana anda Din, hello….?
Kok sekarang Tiba Tiba Nyentil Jokowi yang baru 2.5 tahun dan saat ini sedang di Papua untuk melihat jalan yang dibangun dengan medan berat menembus rencana 4300 km.
Din, pernah gak ente bicara soal Papua negeri yang selama 70 tahun dirampok Amerika dan terakhir Amin Rais koncomu itu ternyata jadi komisaris disana?
Apa ente kagak melek bagaimana seorang Jokowi bereskan Petral, menekan Freeport, membangun infrastruktur, melakukan terobosan cari dana tambahan melalui tax amnesti, lha ente ngapain cuma ngompori ikut demo kelas teri yang cuma urusan Ahok soal DKI.
Kalian berteriak-teriak 9 naga dibelakang Ahok gak taunya 9 Naga tersebut duduk berseri dibelakang Anies dan kelompok kalian yang mendukung dengan cara jahiliyah dan murahan menjual dan memperalat agama tanpa rasa salah dan berdosa.
Din orang buang hajat saja pakai mules dulu, masak sekelas profesor mau ngomong gak mikir dulu, kita harusnya malu dikerjai Ahok sendiri dan kita harus dengan segala energi merebut 1 kursi DKI.
Dari cina pekerja yang nasionalismenya diatas rata-rata sementara kalian yang merasa punya negara malu-malu muka ternyata juga didukung cina yang kelakuannya hitam pula.
Mending Ahok ngaku kafir gak pengen jadi mualaf kalau cuma mau nganglap jabatan dan kedudukan, jual iman itu rendah seperti kiayi HT yang modal peci khotbah di masjid sementara kalian mendesain mimbar khotbah mengumbar fitnah.
Din, tak kasi tau ya, sekarang ini kalau kau mau buat ekonomi ini berimbang butuh 100 tahun lagi untuk kasi waktu sama orang islam ini belajar dagang bukan cuma mikir jadi PNS dan pensiunan.
Negara ini uangnya habis 60% APBN untuk bayar pegawai sementara pajak hanya dibayar dari 28% WP itupun kadang nunggak serta kerjasama malak ama petugas pajak yang katanya bijak.
Ngomong enak Din, kalau ente bijak kenapa gak nyuruh Soeharto niru Mahattir yang memprotek etnis melayu untuk dikasi ruang berniaga?
Bukan seperti cendana yang bahkan cengkeh dan jerukpun mereka kuasai, Din, kami sudah lama membaca gestur anda dan teman-teman anda disana.
Din, Kami tahu anda pingin juga menjadi menteri agama bahkan bernafsu dicalonkan sebagai calon presiden tapi tidak pernah terlaksana.
Kelakuan kalian yang selalu membuat 1 ramadhan dan 1 syawal berbeda dengan pemerintah kan menunjukkan arogansi murahan.
Pendiri Muhammadiyah KH. Achmad Dahlan begitu tawaduk dan seorang negarawan, masak kalian penerusnya jadi kurang sopan?
Din, ente dan AR itu kan Icon Muhammadiyah kok malah gak genah, untung masih ada Buya yang bijaksana.
Dalam hari yang sama di Surabaya saat ente berdiskusi, Tommy soeharto sedang mendeklarasikan partainya ( Partai Berkarya) di Sby untuk ikut pemilu.
Saya kok curiga jangan-jangan anda ikut merestui dan jalan sama tommy, ah..sudahlah apapun yang kalian kerjakan kami sudah tau semua, kenapa Allah membenci munafik karena kelasnya lebih rendah dari setan yang gentel masuk neraka, kalau kalian kan maunya ke neraka lewat surga, ya mana ada Din.
Saya sarankan kalau mau bicara jangan mendua dan sembuhkanlah penyakit amnesiamu itu sehingga kami bisa percaya bahwa kalian bukan orang gila.
Di Indonesia ini bukan cuma ada kalian yang suka memainkan agama untuk kepentingan.
Indonesia adalah Kami yang suka kedamaian, dan kami akan lawan kalian yang wujudnya menyembah Tuhan tap hatinya dilambari setan.
# Kami lawan kalian bersama Jokowi demi negeri bukan demi pencuri. 

Sumber: Akun Facebook Iyyas Subiakto
View

Related

POLITIK 5947529878288614216

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item