Menengok Pasar Ramadhan di Yogyakarta yang Eksis Sejak 1980-an

BLOKBERITA, YOGYAKARTA -- Pasar  Ramadhan biasa ditemui ketika bulan puasa. Di Yogyakarta misalnya, terdapat beberapa pasar Ramadhan yang cukup terkenal. Sebut saja Pasar Ramadhan Jogokaryan dan Pasar Ramadhan Nitikan.

Dua pasar yang biasa buka pada sore sampai maghrib itu menjajakan menu takjil. Beberapa pedagang pun menjual sayur dan lauk-pauk untuk berbuka puasa dengan harga yang bervariasi.

Dari beberapa pasar dadakan yang terkenal itu, ada satu pasar yang disebut-sebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Pasar Ramadhan Kauman namanya. Pasar yang terletak di sebuah gang sempit dengan lebar sekitar dua meter itu buka sejak sore sampai maghrib.

Sesuai namanya, pasar yang selalu ramai dikunjungi pembeli itu berada Kampung Kauman, Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, DI Yogyakarta. Meski berada di gang sempit, lokasi pasar ini tak begitu sulit ditemukan. Di depan gang masuk atau tepatnya di pinggir Jalan Ahmad Dahlan terlihat banyak sepeda motor yang terparkir.

Koordinator Pasar Ramadhan Kauman, Edi Purnama (50), mengatakan bahwa pasar yang lokasinya berada di RW 10 itu dirintis oleh tiga wanita yang merupakan warga asli Kauman. Perintis Pasar Ramadhan Kauman itu yakni Ibu Aisyah, Ibu Wono, dan Ibu Wiwi.

"Awal mulanya ibu saya, Bu Lek (bibi) saya, dan tetangga yang jualan pertama di gang ini sewaktu Ramadhan pada era 1980-an. Mereka jualan makanan seperti sayur dan lauk-pauk," kata Edi ketika ditemui di Pasar Ramadhan Kauman, Sabtu (3/6/2017) sore.

Edi menuturkan bahwa ketiga wanita itu berjualan untuk tetap mencari rezeki selama Ramadhan lantaran biasa berjualan mulai pagi hari. Untuk menghargai yang berpuasa, mereka baru berjualan pada sore hari untuk persiapan warga yang ingin berbuka puasa.

"Mereka baru buat makanan pada siang hari," ujar Edi.

Edi yang kala itu masih duduk di bangku SMP itu menyebutkan warga Kauman dan tetangga kampung ramai berdatangan membeli makanan yang dijual ketiga wanita tersebut. Melihat potensi tersebut, sejumlah warga Kauman pun mulai mengikuti jejak mereka.

"Dari tiga orang bertambah menjadi beberapa orang sampai akhirnya banyak seperti saat ini. Dulu kondisi pasarnya belum seperti sekarang, masih pakai tenda biasa. Dan baru dikelola itu pada 1997," tutur Edi.

Dikatakan Edi, ada 52 pedagang yang berjualan di sepanjang lorong Gang Kauman itu. Menurutnya para pedagang itu tak hanya warga asli Kampung Kauman saja. Beberapa pedagang berasal dari luar kampung dan luar daerah. Mereka menjajakan aneka makanan tradisional, sayur dan lauk pauk, minuman dingin, dan makanan basah lainnya. Makanan yang mereka jual harganya berkisar Rp 1.500 sampai Rp 10.000.

"Pembeli kebanyakan dari luar kampung dari daerah mana pun, bule juga ada yang beli. Biasanya lewat langsung tertarik," ucap Edi.  (bass/kmps)
View

Related

Travel & Tour 3744721220546825821

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item