Melirik Saham IPO Integra Indocabinet

BLOKBERITA, JAKARTA -- Menjelang lebaran nanti, PT Integra Indocabinet Tbk berencana melepas saham baru ke publik dengan kisaran harga Rp 210 hingga Rp 315 per saham. Wang Sutrisno, Direktur Keuangan Integra bilang, sekitar 56% dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk belanja modal. Namun, dia tidak menyebut secara pasti alokasi belanja modal perusahaan tahun ini.
Yang pasti, kata Wang, perusahaan berencana melakukan ekspansi dengan membuka tempat distribusi dan ritel di bagian barat Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Denpasar.
"Selama ini kami masih memiliki satu toko furniture yang ada di Surabaya. Sehingga kami ingin memperlebar segmen market kami di bagian barat Indonesia, karena kami tahu purchasing power di Jabodetabek ini cukup kuat," kata dia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Riska Afriani, Analis OSO Sekuritas menilai, dari sisi kinerja, Integra berhasil mencatatkan laporan keuangan yang secara konsisten meningkat sejak tahun 2014 sampai tahun 2016. "Tahun 2016 net profitnya naik 10,6% dibandingkan tahun 2015 yang hanya naik sekitar 3,4%," katanya saat dihubungi KONTAN beberapa waktu lalu.
Dia menduga, ke depan, kinerja Integra akan semakin terdongkrak seiring meningkatnya permintaan furniture. Apalagi, Amerika menjadi salah satu pangsa pasar terbesar yang menjadi target market perseroan.
Indeks perumahan, lanjut Riska, menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi AS. "Jadi new home sales, pembangunan rumah, itu yang akan dilihat oleh pelaku pasar AS. Sementara saat ini, AS juga tengah gencar mengejar target pertumbuhan," imbuhnya.
Selain itu, prospek industri manufaktur ke depan menurutnya akan membaik. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi target pertumbuhan ekonomi dari semula 5,1% menjadi 5,3%.
Sentimen positif ini dinilai bakal mendorong daya beli masyarakat. "Ketika daya beli masyarakat meningkat, sektor manufaktur akan menjadi menarik," ungkapnya.
Adapun kondisi nilai tukar rupiah yang semakin stabil, lanjutnya, juga akan memengaruhi daya beli masyarakat yang berdampak positif pada kinerja Integra ke depan. Meski kebijakan antidumping yang diterapkan oleh China bisa menjadi sentimen positif untuk Integra, dia menyarankan agar pelaku pasar tetap cermat mengamati kebijakan Trump yang terkadang tidak sejalan.
Apalagi, persentase ekspor Indonesia ke Amerika yang cukup besar bisa berpengaruh pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi AS. "Selama ini hubungan dagang antara AS dan Indonesia masih cukup baik," kata Riska.
Dia memprediksi pendapatan Integra sampai akhir tahun bisa mencapai Rp 1,5 triliun dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Sementara laba bersih Integra secara konservatif bisa mencapai Rp 158 miliar atau meningkat 12,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 10,6%.Dia pun merekomendasikan beli saham IPO Integra dengan target harga Rp 600 per saham. (gram/kontan)
View

Related

BURSA 6061708649114644190

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item