IHSG Berpotensi Cetak Rekor Tertinggi

BLOKBERITA, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Rabu (5/4/2017) diperkirakan bergerak menguat dan berpotensi mencetak rekor baru.

" IHSG perkirakan bergerak menguat dan berpotensi akan ditutup di level tertinggi baru lagi di hari Rabu ini," kata analis dari MNC Securities Edwin Sebayang, Rabu, 5/4.

Faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini di antaranya penguatan harga komoditas batu bara dan deflasi Maret.

Indeks harga saham emiten asal Indonesia yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat I Shares MSCI Indonesia ETF (EIDO) naik 1,22 persen, dan indeks Dow Jones naik 0,19 persen.

Komoditas minyak 1,6 persen, emas naik 0,21 persen, dan nikel naik 1,32 persen. Edwin memperkirakan pada hari ini IHSG akan bergerak dalam rentang 5.610 - 5.679.

" Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak dalam rentang 13.270 - 13.405," kata Edwin.

Saham-saham yang direkomendasi buy diantaranya HRUM, ADRO, PTBA, ITMG, serta UNTR. Selain saham-saham yang terkait sektor pertambangan, layak juga dilihat saham BBNI, TLKM, GGRM, SMGR, CPIN, ASII, AKRA, JPFA, TOTL, serta BBTN.

Edwin memberikan rekomendasi bow untuk saham WSKT, WIKA, ADHI, ISSP, serta PGAS.

Sementara itu senada denan analisa kompas.com, situs detikfinance juga memberitakan rekor IHSG bakal terjadi lagi.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhenti cetak rekor sejak akhir Maret lalu. Rekor terbarunya kali ini di level 5.676.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah. Dolar AS berada di posisi Rp 13.336 dibandingkan posisi pada kemarin sore Rp 13.327.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 16,179 poin (0,29%) ke level 5.668,002. Dana asing terus mengalir masuk lantai bursa.

Aksi beli terjadi hampir di semua sektor. Hanya sektor konsumer yang terkena aksi ambil untung setelah kemarin saham-sahamnya naik cukup tinggi.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 2,394 poin (0,04%) ke 5.654,217. Indeks terpaksa tertahan di rentang tipis setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di 5.671.

Indeks sekaligus mencetak rekor intraday-nya dalam penutupan kali ini. Maraknya aksi beli membuat IHSG bertahan di zona hijau.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (5/4/2017), IHSG ditutup menanjak 25,157 poin (0,45%) ke level 5.676,980. Sementara Indeks LQ45 ditutup melaju 2,945 poin (0,31%) ke level 943,810.

Aksi beli asing terus terjadi sejak pembukaan perdagangan. Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 316,374 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 388.339 kali dengan volume 17,54 miliar lembar saham senilai Rp 7,912 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 147 turun, dan 123 saham stagnan.

Pasar saham Asia rata-rata menutup perdagangan sore ini dengan positif. Hanya pasar saham Singapura yang jatuh ke zona merah sendirian.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik 51,02 poin (0,27%) ke level 18.861,27.
  • Indeks Hang Seng menguat 139,32 poin (0,57%) ke level 24.400,80.
  • Indeks Komposit Shanghai melonjak 47,79 poin (1,48%) ke level 3.270,31.
  • Indeks Straits Times berkurang 2,51 poin (0,08%) ke level 3.176,55.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Chandra Asri (TPIA) naik Rp 2.350 ke Rp 26.500, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 1.350 ke Rp 8.850, Unilever (UNVR) naik Rp 725 ke Rp 45.000, dan Latinusa (NIKL) naik Rp 350 ke Rp 2.960.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 21.550, Inti Bangun (IBST) turun Rp 450 ke Rp 1.750, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 250 ke Rp 9.000, dan AKR Corporindo (AKR) turun Rp 225 ke Rp 6.250.     

[ bhd / dtc / kmps ]

View

Related

BURSA 4188365782532342139

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item