SBY Presiden Pemakan Hoax Kok NGeluhnya Sekarang ?

BLOKBERITA -- Kemarin, saat sedang dalam perjalanan, seorang teman mengirimi saya capture tweet SBY. Sekilas saya tidak percaya sama sekali. Dengan santai saya bilang “curiga kalau itu hoax, editan.” Sebab seburuk-buruknya SBY, dia adalah mantan Presiden RI dan saya pikir tak akan mengeluarkan tweet sesinting itu.
Saya memilih tidak mengecek twitter SBY, sebab begitu yakin bahwa itu editan. SBY pasti tak akan pernah menulis seperti itu. Sehingga sepanjang perjalanan saya memilih untuk beristirahat.
Tapi setelah sampai di rumah, ada banyak notifikasi masuk dan semua kompak mengirimkan capture tweet SBY. Dari sinilah kemudian saya mulai merasa bahwa itu bukan hoax. Untuk memastikan hal tersebut saya buka tweet SBY dan ternyata itu benar-benar tweet SBY. Sinting!
“Ya Allah, Tuhan YME, Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar “hoax” berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?”
Di akhir tweet ada simbol *SBY* yang artinya tweet tersebut ditulis langsung oleh tangan SBY, mantan Presiden ke 6 yang berkuasa dua periode atau 10 tahun.
Sebagai Pakar Mantan saya langsung melihat ini seperti ada masalah serius yang dialami oleh SBY, Partai Demokrat dan keluarganya. Dalam logika sederhana saya, mustahil SBY menuliskan tweet sesinting itu, galau seperti cewek SMA baru pertama haid sekaligus baru diputusin pacarnya, kemudian selingkuh memilih pacaran dengan teman dekatnya. Kacau tingkat dewa.
Namun sebelum saya membahas masalah SBY, Demokrat dan keluarganya, penting rasanya untuk lebih dulu membahas soal hoax di jaman pemerintahan SBY yang merugikan banyak masyarakat kecil.
SBY Presiden Pemakan hoax
Dari banyak catatan Presiden RI, mulai Bung Karno sampai Presiden Jokowi, hanya SBY lah Presiden RI yang dikibuli oleh hoax.
Pada tahun 2008, ada penemuan air menjadi bensin. Penemuan ini kemudian dinamakan sebagai blue energy. Penemu Blue energy air menjadi bensin ini adalah Joko Suprapto. Beliau kemudian mendapatkan bantuan sebesar 10 milyar untuk pengembangan dan penelitian.
Tidak cukup sampai di situ, Joko Suprapto bertemu SBY dan mempresentasikan temuan blue energy miliknya yang bisa menyulap air jadi bensin. Yang setelah pertemuan tersebut kemudian dibangun pabrik blue energy di Cikeas, 2 Km dari rumah SBY.
Namun setelah bantuan diberikan dan pabrik dibangun, kemudian diketahui bahwa menyulap air menjadi bensin adalah sebuah penemuan hoax. Kepala Pusat Studi Energi UGM, Sudiartono, menyebutkan bahwa menyulap air menjadi air tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Sehingga disimpulkan blue energy adalah penipuan. Hoax. Padahal pemerintah sudah punya nama keren “Minyak Indonesia Bersatu.” Rakyat Indonesia saat itu juga sudah senang bukan kepalang, bisa ambil air buat bahan bakar kendaraan. Hahaha...

Gunung Padang

Kemudian cerita hoax lainnya adalah situs Gunung Padang. Staf khusus SBY, Andi Arief, memprediksi ada unsur logam di bukit setinggi 894 meter tersebut. Logam tersebut katanya dimungkinkan adalah emas yang tersimpan di kuil peninggalan sebuah peradaban di tatar Sunda 10.900 tahun lalu.
“(jika benar) bisa dimanfaatkan negara sebagai sumber daya alam,” kata Andi Arief staf khusus Presiden SBY.
Menindak lanjuti hal ini, pemerintahan SBY membentuk Tim Nasional untuk penelitian Gunung Padang. Tim peneliti kemudian meledakkan tebing di kaki bukit, hasilnya sama sekali tidak ditemukan struktur buatan manusia. Nihil. Tak ada tatanan batu di tebing manapun. Kemudian tim peneliti melakukan penggalian ke dalam perut bumi, tepat di bagian depan tangga masuk situs Gunung Padang. Hasilnya pun nihil, tak ditemukan apa-apa yang menunjukkan bahwa terdapat struktur buatan manusia. Gunung Padang hanyalah gunung biasa seperti gunung yang lainnya. Situs prasejarah yang merupakan tempat pemujaan dan pertapaan.
Namun dengan fakta-fakta tersebut, SBY tetap datang ke Gunung Padang dan menyebut bahwa situs tersebut akan menjadi ikon sejarah. “Saya meminta kepada menteri terkait, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur, jajaran kepolisian dan TNI, dan tentunya tim peneliti untuk segera duduk bersama sehingga bisa ditetapkan rencana aksi yang definitif dan akan dituangkan nanti dalam suatu kebijakan nasional yang dijalankan bersama,” ujar SBY.
Melalui Perpres nomer 148 tahun 2014, anggaran penelitian resmi masuk dan dibebankan ke APBN atau APBD.

Padi Supertoy 

Pada tahun 2008 lalu, SBY sempat begitu membanggakan Padi Supertoy HL2. Padi jenis baru ini diklaim dapat menghasilkan 15 ton perhektar, dari yang normal 3-4 ton perhektar. Untuk menindak lanjuti penemuan ini, maka pemerintah menganjurkan menanam Padi Supertoy ini.
Namun ternyata setelah dipanen, hasilnya malah di bawah normal. Ratusan petani di Desa Grabab Purworejo kemudian berdemo. Mereka merasa ditipu oleh pemerintah.

Pupuk Nutrisi Saputra 

Pupuk super ini diklaim dapat menyuburkan tanah sehingga meningkatkan hasil panen. Umar Hasan Saputra berhasil membuat SBY terkesima. Kemudian SBY memerintahkan para Gubernur dan Menteri untuk mendengarkan presentasi Saputra, lalu disebar sampai ke petani.
Belakangan, setelah diuji coba Badan Litbang Pertanian, hasilnya malah bertolak belakang. Pupuk itu justru dapat merusak tanah karena hanya mengandung 1 dari 16 unsur minimal suatu produk pupuk.
Selain hoax air jadi bensin, Padi Supertoy, Gunung Padang dan Pupuk Nutrisi Saputra, mungkin masih ada lagi cerita hoax yang dimakan dan membodoh-bodohi SBY saat memimpin negeri ini. Jika ada yang terlewatkan, pembaca seword boleh menambahkannya di kolom komentar. Namun intinya, 4 cerita ini mengkonfirmasi bahwa SBY begitu mudah dibodohi oleh hoax.
Kalau kemudian SBY mengeluh “Ya Allah, Tuhan YME, Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar “hoax” berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang?” seharusnya SBY mengeluhkan sejak dulu, saat dirinya masih berkuasa dan menjadi korban hoax, sehingga membuat rakyat ditipu berkali-kali. Terutama soal Padi Supertoy dan Pupuk Nutrisi hoax yang jelas merugikan petani. Tanyalah kepada Allah, kenapa penyebar hoax seperti dirinya malah berkuasa. Itu baru benar.

Begitulah kura-kura.

Oleh :  Alifurrahman / seword.com
View

Related

POLITIK 162061093253842038

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item