Risiko Geopolitik Kawasan Jadi Sentimen Negatif IHSG

BLOKBERITA, JAKARTA --  Kondisi pasar saham global yang dibayangi meningkatnya risiko geopolitik kawasan akan mempengaruhi perdagangan hari ini. Analis ekonomi dari First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif rawan koreksi lanjutan.

" IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.140 dan resisten di 5.210 cenderung melemah," ujar David Sutyanto dalam pesan tertulisnya, Selasa, 20 Desember 2016.       

Harga komoditas logam yang cenderung koreksi menjelang akhir tahun juga turut menekan pergerakan harga saham berbasiskan komoditas tambang.

Indeks Wall Street di Amerika Serikat tadi malam bergerak fluktuatif dibayangi meningkatnya risiko geopolitik di sejumlah kawasan. Meski demikian, Indeks DJIA dan S&P akhirnya berhasil tutup di teritori positif masing-masing menguat terbatas 0,2 persen di 19.883,06 dan 2.262,53.

Adapun harga minyak mentah tadi malam menguat 0,5 persen di US$ 52,14 per barel. Di London, harga logam umumnya terkoreksi, seperti harga nikel koreksi 2,7 persen di US$ 10.890 per ton. Sedangkan harga emas dan obligasi naik. Harga emas tadi malam di AS naik 0,3 persen di US$ 1.140,40 per t.oz.

Menurut David, meningkatnya ketegangan gepolitik di sejumlah kawasan memicu pemodal memburu aset ‘save haven’. "Hal ini merujuk pada terbunuhnya Dubes Rusia di Turki setelah ditembak seseorang yang diduga teroris," kata dia.

Ia menambahkan, di Berlin, Jerman ada insiden Truk menabrakkan diri ke pasar yang menjual asesoris Natal. Kasus-kasus yang sarat dengan serangan teroris menjelang Natal ini menambah ketidakpastian keamanan global.

Pada perdagangan saham domestik, asing kemarin kembali didominasi aksi jual di tengah meningkatnya risiko keluarnya modal asing atau capital outflow. Penjualan bersih pemodal asing kembali berlanjut pada perdagangan kemarin, hingga mencapai Rp 422,34 miliar, di tengah tipisnya nilai transaksi, hanya mencapai Rp 4 triliun di Pasar Reguler.

IHSG akhirnya ditutup di bawah 5.200 yakni di 5.191,912 atau koreksi 39,74 poin (0,76 persen). Saham tambang, properti, konsumsi, dan manufaktur menjadi motor penurunan IHSG.

Menurut David, pelaku pasar juga kehilangan insentif positif menyusul meningkatnya risiko pasar terutama berasal dari faktor eksternal terkait meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Laut China Selatan. Ini setelah akhir pekan lalu kapal perang China mengepung ‘drone’ bawah laut milik AS yang melakukan survei kelautan. (gram/tempo)
View

Related

BURSA 6663060730637441917

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item