Jembatan Cisomang Retak, Arus Kendaraan Dialihkan

BLOKBERITA, BANDUNG --  Dinas Perhubungan Jawa Barat langsung melakukan antipasi pengalihan arus ke Jatiluhur maupun Cikamuning sehubungan dengan terjadinya kerusakan struktur jembatan Cisomang, Jumat 23 Desember 2016. Termasuk dengan antisipasi kemacetan di jalan alteri tempat keluarnya kendaraan dari gerbang tol Jatiluhur, Cikamuning, dan Sadang.
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik mengatakan, pada hari pertama pembatasan pengoperasian kendaraan berat selama 23-26 Desember, belum ada lonjakan kendaraan. Kecepatan masih 60-80 km per jam.
"Sekarang sudah dilakukan sosialisasi melalui spanduk maupun pemberitaan sambil menununggu evaluasi keseluruhan dan BPJT,"kata dia, yang dihubungi wartawan, Jumat 23 Desember 2016.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Polda Jabar via korlantas dan Pt Jasa Marga Purbaleunyi melakukan manajemen rekayasa lalu lintas dari arah pusat ke timur maupun dari timur ke barat. Dari arah Jakarta menuju Bandung untuk angkutan berat dialihkan dulu ke Jatiluhur kemudian yang arah Bandung ke Jakarta untuk angkutan berat keluar dulu ke tol gate Cikamuning
Menurut dia, mobil pribadi masih bisa melalui jalan tol namun angkutan berat dialihkan dulu agar tidak melewati Jembatan Cisomang yang saat ini tengah dalam proses perbaikan.
Terkait kesiapan jalur alterinya, kata dia, jalan yang akan dilalui merupakan jalan yang biasa dilewati dan saat ini kondisinya tidak bermasalah. Pihaknya tidak harus menuggu balai jalan dan jembatan terkecuali ada rekomendasi tidak bisa dilalui dari pihak yang bersangkutan.
Dedi pun tidak memungkiri nantinya di jalan alteri tersebut akan terjadi  kemacetan, namun didominasi angkutan berat dan barang. Pihaknya sudah mulai menurunkan personel atau petugas untuk turun ke lapangan kemudian berkordinasi dengan Disbub Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta.
"Apalagi antisipasi natal dan tahun baru ada posko di sana. Posko Cikopo Nagrek akan kita geser," ungkapnya.

Mengapa Retak ?

Tim Tanggap Darurat Gerakan Tanah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bandung menyatakan pergeseran pilar Jembatan Cisomang dikarenakan kondisi tanah wilayah itu termasuk zona merah. Zona merah memiliki arti, jika curah hujan tinggi, maka tanah wilayah tersebut mudah bergerak.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-mu"Dari Badan Geologi sebelumnya sudah nyatakan bahwa sejak lama jalur jembatan ini masuk zona kerentanan gerakan tanah tinggi. Artinya, saat hujan di atas normal, wilayah ini mudah bergerak," kata Kasubdit Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah Barat Badan Geologi Kementerian ESDM, Agus Budianto, saat meninjau Jembatan Cisomang, Sabtu (24/12).

"Artinya, daerah ini memilki kemiringan tinggi dan karakter batuannya kedap air," tambah Agus.

Agus melanjutkan Jembatan Cisomang yang berada di kawasan zona merah, yaitu masuk ke dalam formasi Jatiluhur yang batuannya terdiri dari lempung napalan. Batuan ini memiliki karakteristik mudah dijenuhkan air dan sifatnya plastis serta ditutup oleh lapisan vulkanis atau dia menyebutnya jika batuan ini terkena air akan mudah pecah atau gembur.

"Fondasi jembatan ini bertumpu di atas batuan itu. Jadi faktor inilah yang menyebabkan wilayah ini sangat mudah bergerak dan tentunya hal seperti ini harus dipantau ke depannya," jelasnya.

Agus menegaskan bahwa rusaknya jembatan sepanjang kurang lebih 252 meter ini merupakan konsekuensi dari kondisi geologisnya. "Jadi perlu rekayasa keteknikan tinggi untuk atasi masalah jembatan ini," ujar Agus.

Wilayah Indonesia kata dia didominasi kawasan rawan bencana. Termasuk di kawasan jembatan. Namun, bukan berarti harus dihindari. "Yang penting bagaimana kita bisa meningkatkan kapasitas keteknikan kita supaya jalur yang dibangun ini mampu mengatasi kondisi rawan bencana," tambah dia.

Fondasi jembatan yang retak sendiri terdapat di pilar nomor 2 (P2). Kondisi itu menyebabkan pergeseran jembatan sepanjang 53 cm. Fondasi pilar yang rusak itu sendiri berada di bibir Sungai Cisomang, jarak bibir sungai dengan fondasi sekitar 10 meter.   (bin/merdeka/PR)
View

Related

REGIONAL 4695629167506924891

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item