Akbar Tanjung Sedih dengan Hasil Final Pemilihan Ketum Golkar 2016-2019


NUSA DUA, BLOKBERITA — Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengaku sedih dan prihatin dalam mencermati perkembangan di arena Munaslub Partai Golkar.
Akbar melihat, pertarungan yang terjadi di arena munaslub sudah tidak sehat karena adanya campur tangan dari pihak luar partai.

Menurut Ketua Umum DPP Golkar periode 1998-2004 ini, ada campur tangan pihak luar dalam menentukan siapa yang akan menjadi ketua umum Partai Golkar ke depan.

" Saya memang sudah mendengar bahwa ada campur tangan dalam menentukan siapa yang akan menjadi ketua umum Partai Golkar ke depannya," kata Akbar Tandjung di Nusa Dua, Senin (16/5/2016).

" Tentu saja hal ini membuat saya sedih melihat Partai Golkar yang hampir hancur ketika tumbangnya rezim Orde Baru dan mampu bertahan, kini kondisinya seperti ini," ujarnya.

Akbar mengemukakan, polarisasi akan terjadi pada dua calon ketua umum, yaitu Setya Novanto dan Ade Komarudin (Akom). Saat ini, ada delapan bakal calon ketua umum yang bertarung, termasuk Novanto dan Akom.

Karena itu, Akbar berharap para pemegang suara di Partai Golkar dapat menentukan pilihannya dengan bijak.

" Campur tangan seperti ini seharusnya tidak terjadi kalau para pemilih suara memilih secara fair dengan melihat visi misi, rekam jejak, PDLT (prestasi, loyalitas, dedikasi, dan tidak tercela), latar belakang profesi, dan sebagainya. Intinya harus obyektif," ujar Akbar.

Akbar menjelaskan, bagaimanapun, Golkar adalah partai besar yang kaya pengalaman politik. Dia bertekad terus melakukan apa pun yang harus dilakukan untuk menjaga Partai Golkar.

" Saya bertekad untuk terus melakukan apa pun yang bisa saya lakukan demi Partai Golkar," tutur Akbar. (bin/kmps)
View

Related

TOKOH 8745750518736537933

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item