Sandiaga Uno Masuk Daftar Skandal Pajak di Panama Papers


JAKARTA, BLOKBERITA -- Sebagaimana telah diketahui bersama, nama Sandiaga Uno turut muncul dalam bocoran dokumen "Panama Papers" bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya, dimana dalam dokumen tersebut nama Sandiaga Uno disebut dua kali sebagai "Sandiaga Salahuddin Uno" dan "Sandiaga Uno"

Sandiaga Uno Masuk Skandal Pajak di Dokumen Panama Papers

Sandiaga Uno Masuk Skandal Pajak di Dokumen Panama Papers
Menanggapi perihal namanya yang tercatat dalam dokumen "Panama Papers" tersebut, Sandiaga Uno tidak mengiyakan ataupun membantah kaitan namanya dengan Mossack Fonseca dan hanya mengatakan bahwa dalam proses investasi serta penciptaan lapangan kerja, penggunaan jasa penyedia perusahaan offshore tersebut sangat lazim

" Tentunya semua dalam koridor hukum. Insya Allah ke depan, Indonesia tetap bisa menarik investasi agar bisa membuka lapangan kerja di tengah situasi ekonomi yang semakin penuh tantangan," ungkap Sandiaga Uno beberapa waktu lalu

Sandiaga Uno sempat memimpin 18 perusahaan, namun beliau mengaku bahwa saat ini dirinya telah melepas semua jabatan di perusahaan pada tahun 2015, karena ingin fokus di politik

Masuk Dokumen Panama Papers

Sebagai info tambahan, sebanyak 11,5 juta dokumen klien milik sebuah kantor hukum di Panama, yaitu Mossack Fonseca bocor ke tangan publik dan menggemparkan dunia, dimana dokumen tersebut menyebutkan sejumlah kalangan global yang terlibat skandal pajak dan pencucian uang serta menggunakan jasa Mossack Fonseca

Dilansir dari website resmi ICIJ Offshore Leaks Database, ada 2.961 nama pengusaha maupun perusahaan Indonesia yang tercantum dalam dokumen "Panama Papers" tersebut dan Sandiaga Uno merupakan salah satunya, selain mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, pengusaha Chairul Tanjung, CEO Lippo Group James Tjahaja Riady yang tercatat sebagai pemegang saham Golden Walk Enterprise Ltd (perusahaan bebas pajak yang didirikan di British Virgin Island), John Riady (putra James Tjahaja Riady) yang juga tercatat sebagai pemilik Phoenix Pacific Enterprise Ltd yang juga didirikan di British Virgin Island, CEO Salim Group Anthony Salim, Dirut PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Wilerang yang tercatat sebagai pemegang saham Azzorine Limited, adik bungsu Wapres RI Jusuf Kalla, yaitu Solihin Jusuf Kalla serta sejumlah pengusaha lainnya

Bocoran dalam dokumen "Panama Papers" dalam file sebesar 2,6 TB (4.804.618 juta email, 3.047.306 format database, 2.154.264 data PDF, 1.117.026 foto, 320.166 dokumen tulisan dan 2.242 data lainnya) tersebut menggemparkan dunia, karena banyak tokoh penting dunia, konglomerat, selebritas serta bintang olahraga ternama tercantum dalam dokumen berisi informasi sejak 1977 sampai awal 2015 tersebut

" Seorang sumber anonim menghubungi Süddeutsche Zeitung (SZ) dan memasukan dokumen internal terenkripsi dari Mossack Fonseca, sebuah firma hukum Panama yang menjual perusahaan lepas pantai anomim di seluruh dunia," ungkap salah satu sumber terpercaya Süddeutsche Zeitung (SZ)

Jumlah dokumen dari bulan ke bulan terus berkembang hingga melebihi bocoran asli, dimana Süddeutsche Zeitung (SZ) mengumpulkan sekitar 2,6 Tb data dan menjadikan dokumen "Panama Papers" tersebut bocoran terbesar yang pernah dikerjakan jurnalis. Menurut Süddeutsche Zeitung (SZ), sumber tidak berharap apa pun, baik kompensasi finansial ataupun lainnya, kecuali sejumlah pengamanan

Karena banyaknya data, Süddeutsche Zeitung (SZ) memutuskan untuk menganalisa data bekerjasama dengan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) dan dalam 12 bulan terakhir, sekitar 400 jurnalis dari lebih dari 100 media di 80 negara turut ambil bagian dalam penelitian atas dokumen, diantaranya Guardian, BBC, Le Monde, La Nacion, NDR dan WDR.   

[ cia / ind.hbt.rh ]


View

Related

POLITIK 2143493908716674697

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item