Inilah Para Pejabat dan Pengusaha Indonesia yang Masuk Daftar Skandal Panama Papers

BLOKBERITA -- Menteri keuangan RI, Brodjonegoro jauh sebelum skandal Panama Papers terbongkar sudah lebih dulu mengeluarkan pernyataan tentang banyaknya perusahaan yang tak bayar pajak.

“ Kami juga melaporkan ada hampir 2.000 PMA di Indonesia yang selama 10 tahun tidak membayar pajak” Kata Bambang 21 Maret 2016.

Bambang menceritakan bahwa banyak perusahaan selalu mengklaim dirinya rugi. Padahal menurut perhitungan atau pemeriksaan pajak, harusnya perusahaan tersebut membayar rata-rata Rp 25 miliar setahun. 
“ Ini juga bagian dari penggelapan pajak yang harus dibereskan,” tegas Bambang.

Di kesempatan terpisah, Presiden Jokowi menegaskan pajak harus dibayar. “ Semuanya sama. Kalau belum bayar ya suruh bayar, kalau kurang bayar ya suruh bayar,” tegasnya pada 29 Maret 2016.

Cerita menjadi menarik karena Erick Thohir tiba-tiba menemui Presiden pada 31 Maret 2016. Sampai saat ini publik masih menebak dan belum tau apa yang mereka bicarakan. Kita hanya bisa menebak apakah soal PSSI atau reshuffle? Tapi setelah data Panama Papers bocor, maka bisa jadi itu juga soal pajak. Karena kebetulan Erick Thohir juga termasuk sebagai klien Mossack.

Lalu sekarang data rahasia Panama Papers bocor ke publik dan kini kita tau ada lebih dari 2,961 perusahaan terdaftar sebagai klien Mossack. Bagi yang belum tau apa itu Panama dan Mossack, bisa baca artikel saya berikut ini:

Siapa saja klien Mossack yang selama ini disinyalir tidak bayar pajak dan berada di zona merah (bebas korupsi, narkoba, judi dan sebagainya)? @Pakar_Mantan sudah coba mencari beberapa nama dan ketemulah perusahaan dan nama sebagai berikut:

1. Keluarga SBY (Ipar)





2. Bakrie (Menko Perekonomian era SBY)



3. Erick Thohir (Pemilik Inter Milan


4. Hashim Djoyohadikusumo (Adik Prabowo)


5. Gita Wiryawan (Kepala BKPM dan Menteri Perdagangan era SBY)

 
6. Djan Faridz (Menteri Perumahan Era SBY)


7. Chairul Tanjung (Pemilik Trans Corp)


Selain itu ada nama Sandiaga Uno, nama Riza Chalid dan Djoko Soegiarto Tjandra juga terseret masuk daftar dalam dokumen Mossack Fonseca. Riza Chalid pernah terlibat dugaan kasus “papa minta saham”. Riza diduga menyusun permufakatan jahat tak lama setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden.
 
Nama Djoko Soegiarto juga Tjandra muncul. Djoko menjadi buronan kasus cessie (hak tagih) Bank Bali.

Ada juga pemilik grup Lippo, James Riady, yang dikatakan sebagai pemegang saham di sebuah perusahaan bernama Golden Walk Enterprise Ltd. Putranya, John Riady, juga tercatat sebagai pemilik Phoenix Pacific Enterprise Ltd di BVI. Nama lain yang muncul dalam daftar ini adalah Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang. Dia tercatat sebagai pemegang saham perusahaan offshore bernama Azzorine Limited.
Nama lain yang muncul adalah Sandiaga Uno. Sandiaga mengaku memang memiliki beberapa perusahaan offshore di British Virgin Islands. Keberadaan perusahaan offshore itu penting untuk bisnis Saratoga Equities, sebuah perusahaan investasi yang dia dirikan bersama Edwin Soeryadjaya.
Yang mengejutkan daftar nama itu juga memuat Pertamina hingga Habib Hussein Allaydrus.
Panama Papers adalah dokumen rahasia yang memuat daftar klien besar di dunia, yang diduga menginginkan uang mereka tersembunyi dari endusan pajak di negaranya.
Di dalam 11 juta halaman dokumen itu, terdapat nama-nama politisi, bintang olahraga, dan selebriti yang menyimpan uang mereka di berbagai perusahaan “cangkang” di luar negeri demi menghindari pajak.
Tercatat, dokumen Panama Papers masuk dalam file sebesar 2,6terabyte (TB). Ada 4,8 juta e-mail; 3 juta database; 2,1 juta dokumen PDF; 1,1 juta foto; 320.000 dokumen teks; dan 2.000-an file lainnya.  (bin/seword/tempo)



 

View

Related

NASIONAL 6113518270024405493

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item