Ingat ! 90 % Penyakit Datang dari Pikiran dan Jiwa yang Negatif


BLOKBERITA -- Sutau hari, seorang perempuan paruh baya mendatangi Dr Ibrahim Elfiky di Montreal, Kanada. Perempuan itu terpukul karena baru saja bercerai dengan suami yang sangat dicintainya, setelah mereka 10 tahun hidup bersama. Mereka dikaruniai tiga anak dan sangat berbahagia, sampai kemudian perempuan itu melihat perubahan mendadak pada suaminya. Sang suami sering pulang malam, dan cenderung temperamental. Setelah diselidiki, ternyata si suami selingkuh dengan gadis Kanada - Prancis. Ia mencoba tegar menghadapi kenyataan itu. Tapi akhirnya minta cerai.

Tiga bulan kemudian, perempuan itu merasa kesepian, takut, dan disia-siakan. Ia memutuskan untuk membawa pergi anak-anaknya ke Meksiko. Ia berharap ada perubahan sekaligus untuk mengunjungi keluarga dan teman-temannya. Ia pergi selama dua bulan, dan kembali ke Montreal setelah merasa ada perubahan. Namun, perasaan itu kembali menyayat jiwanya. Ia mulai berobat ke para sepesialis berbagai bidang. Untuk sementara waktu ia bisa tenang. Tetapi ketika kembali menyendiri, isak tangisnya pecah. Perasaan-perasaan negatif itu kembali muncul karena ia takut kesepian.

Dr Ibrahim Elfiky menjelaskan bahwa di dalam diri perempuan itu terdapat file khusus yang menyimpan seluruh peristiwa menyakitkan tersebut. File itu memiliki cabang yang terhubung dengan file-file lain yang terbuka. Maka untuk berubah secara menyeluruh harus dimulai dari dalam diri sendiri. Dr Ibrahim Elfiky memulai terapi dengan menyingkap masa lalu (al-istirjabi al-umr) dan terapi diri mengenang masa muda (ilaj al-dzat syabbah). Hasilnya, perempuan itu merasakan ketenangan yang sebelumnya menghilang.

Pada pertemuan kedua, Dr Elfiky menggunakan metode memutuskan tali penghubung dengan akal bawah sadar (qath al-habl al-lawi). Metode ini khusus memutuskan tali yang menghubungkan perempuan itu dengan mantan suaminya. Sehingga, ia bisa lepas dari seluruh pengaruh mantan suami. Pertemuan ketiga ditutup dengan usaha bagi perempuan itu membangun masa depan yang cerah. Perempuan itu mengubah file-file negatif dalam dirinya menjadi file positif untuk membuatnya lebih tegar. Dan perempuan itu berhasil melakukannya.

Ilustrasi di atas adalah salah satu cuplikan dari buku Terapi Berpikir Positif karangan Dr Ibrahim Elfiky yang dikenal sebagai maestro motivator Muslim tingkat dunia. Terapi yang diberikan kepada perempuan tersebut merupakan salah satu contoh kasus pentingnya berpikir positif untuk mencapai kehidupan yang lebih sukses dan lebih bahagia.

Dalam buku yang masuk dalam katagori international bestseller tersebut, Dr Elfiky memaparkan kekuatan pikiran baik positif maupun negatif terhadap kesehatan jiwa dan raga. Kekuatan pikiran juga membuat arsip memori dalam akal, kekuatan pikiran bisa melahirkan mindset, mempengaruhi intelektualitas, fisik, perasaan, sikap, hasil, citra diri, harga diri, dan mempengaruhi rasa percaya diri. Pikiran juga tidak mengenal batas waktu, tidak mengenal jarak, pikiran bisa menambah dan mengurangi energi, pikiran bisa melahirkan kebiasaan, dan pikiran merupakan mata rantai dari persepsi.

Dr Elfiky tidak hanya memaparkan contoh-contoh kasus yang ditanganinya. Tetapi juga ada sejumlah riset yang berkaitan dengan pikiran positif. Pada 1986, sebuah fakultas kedokteran di San Fransisco menemukan fakta bahwa 75 persen penyakit tubuh berasal dari dialog negatif dengan jiwa. Ahli jiwa menyebutnya sandiwara internal. Inilah cara orang menggambarkan kehidupan dalam benaknya, termasuk pikiran-pikiran dan susunannya dalam mental. Sementara dalam Energy Madicine, Dr Herbert Spencer dari Universitas Harvard mengatakan bahwa jiwa dan tubuh saling melengkapi. Ia mengatakan lebih dari 90 persen penyakit tubuh disebabkan oleh jiwa (hal 68-69).
Buku ini ditulis dalam lima bagian. Masing-masing bagian membahas tentang berbagai sisi pikiran baik secara positif maupun negatif dan berbagai dampaknya. Selain mengungkapkan kekuatan pikiran, Dr Elfiky juga memaparkan beberapa faktor munculnya pikiran negatif, dampaknya, serta cara mengatasinya. Hal yang sama juga disajikan dalam bagian berpikir positif serta strategi mengembangkan pemikiran positif untuk meningkatkan kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Dalam setiap bagian ditutup dengan rangkuman yang memperkuat penjelasan sebelumnya. Namun, bukan pengulangan seperti kebanyakan buku serupa yang pernah beredar.

Penulis juga melakukan pendekatan agama dalam beberapa kasus. Dr Elfiky banyak mengutip ayat al-Quran serta hadist Rasulullah. Tetapi, buku ini bukanlah buku agama yang menjelaskan cara ibadah secara pragmatis. Kutipan ayat al-Quran dan hadist dilakukan untuk bagian-bagian yang tepat memiliki relevansi kuat. Misalnya saja surat al-Ra�du ayat 11 yang dikutip dua kali oleh Dr Elfiky. Firman itu berbunyi; Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Elfiky mengutipnya dalam konteks perlunya kekuatan diri dalam mengubah keadaan. Mengikuti pandangan para ahli, Elfiky sependapat bahwa tidak ada orang lain yang dapat menyakiti diri kita tanpa seizin kita sendiri. Bahkan Plato menyebutkan; Ubahlah pikiran Anda, maka dunia Anda akan berubah.

Elfiky menekankan pentingnya perubahan dalam diri sendiri sebelum mengubah keadaan sekitar. Ketika seorang manusia sudah berhasil mengendalikan pikirannya selalu dalam jalan pisitif, maka berbagai virus dari luar akan sulit mempengaruhinya. Kekuatan pikiran positif mampu menolak segala pengaruh negatif yang merugikan tidak hanya bagi kesehatan raga, tetapi juga jiwa.

Lantas, bagaimana membiasakan diri berpikir positif, bahkan ketika seluruh aspek di sekitar kita sedang negatif? Menurut Elfiky, pemikir adalah orang yang meletakkan pikiran di akalnya. Pemikirlah yang menentukan keinginannya, kemudian memilih cara dan merealisasikannya dengan perbuatan. Seorang pemikir bebas memilih, apakah ia akan meletakkan pikiran positif atau negatif dia akalnya; pikiran yang membahagiakan atau menyengsarakan; pikiran spiritual atau duniawi; pikiran yang menyehatkan atau merusaknya. Elfiky menamsilkan pemikir itu seperti petani. Kalau menginginkan anggur, petani harus menyemai benih anggur. Kalau petani menginginkan wortel, ketimun, atau kedelai, maka ia harus menyemai benih yang sesuai dengan keinginannya.

Buku ini juga mengajarkan kita berpikir positif dengan mengubah masa lalu yang negatif, melalui teladan pada orang lain, mencoba strategi orang lain, strategi mengubah konsentrasi, strategi redefinisi, dan beberapa yang lain. Semua strategi disajikan dengan bahasa yang mudah dicerna bahkan oleh seorang pelajar SMP sekali pun. Kendati termasuk katagori buku psikologi, tetapi tidak ada teori yang rumit seperti sejumlah buku serupa yang sudah beredar di pasaran.

Sepintas, tema Terapi Berpikir Positif ini serupa dengan buku klasik karya Napoleon Hill; Berpikir dan Menjadi Kaya. Setelah membacanya sampai habis, memang terdapat beberapa bagian yang serupa. Tetapi secara keseluruhan, buku ini lebih memikat karena tidak melulu melakukan pendekatan materi dalam mengukur kesuksesan.  (Ayi Jufridar/dtc)
View

Related

RAGAM 5442600239319748481

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item