IHSG Melanjutkan Penguatan

BLOKBERITA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak bervariasi cenderung menguat pada perdagangan, Rabu (17/2) besok hari. Pasalnya, indikator teknikal menunjukkan potensi penguatan.

Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG masih cenderung terkonsolidasi pada MA7 selama tiga hari terakhir setelah berhasil kuat diatas MA200. Meskipun demikian terkanan jual masih terus terlihat dimana indikator stochastic terus bergerak bearish dari area overbought menuju oversold.

"Oleh kerena itu kita perkirakan IHSG masih akan bergerak mixed mencoba menguat dengan range pergerakan di kisaran 4685-4800." kata Lanjar dalam riset yang diterima KONTAN, Selasa (16/2).

Pada perdagangan hari ini, IHSG bergerak cenderung menguat tertahan dengan ditutup naik tipis 4.28 poin sebesar 0.09% di level 4745 dengan volume yang moderate. Lanjar bilang, sentimen kurang baik pada data ekspor kemarin masih menghantui investor dalam negeri untuk merealisasikan sebagian keuntungan jangka pendek dari saham-saham yang telah menguat sejak awal Februari.

Meskipun demikian Investor asing masih terus melakukan aksi beli sebesar 137.48 Miliar rupiah. Menurut Lanjar, ini karena adanya potensi penguatan harga minyak setelah Saudi Arabia dan Rusia sebagai dua produsen minyak mentah terbesar di dunia setuju untuk menahan output-nya pada pertemuan di Qatar.

Sementara, bursa Asia kembali menguat seiring turunnya harga emas dan rilisnya data pinjaman baru di China pada bulan Januari yang berkontraksi sangat baik dengan ekspetasi. Investor pun masih percaya pemerintah China akan terus menambah stimulus moneter dan kebijakan baru melihat turunnya aktifitas eksport.

Adapun bursa Eropa dibuka melanjutkan penguatannya produsen energi dan minyak melonjak setelah pembicaraan antara menteri perminyakan di Qatar menghasilkan persetujuan menahan output sehingga dapat menyebabkan penurunan produksi.

Lanjar mengatakan, sentimen selanjutnya akan terfokus pada dalam negeri di mana tingkat suku bunga kembali di Evaluasi dengan hasil konsensus akan ada peluang kembali diturunkan ke level 7% dari 7.25% melihat nilai tukar rupiah dan inflasi yang cukup terkendali.

Dari Asia dan Eropa yakni Neraca perdagangan dan aktivitas ekspor import di Jepang dan seluruh wilayah Eropa. Sedangkan dari AS akan ada pertemuan FOMC yang membahas mengenai kebijakan moneter terutama kenaikan bertahap suku bunga.

Menanti Suku Bunga BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperpanjang tren penguatannya pada perdagangan Selasa (16/2). Kemarin, indeks saham ditutup naik tipis 0,09% dari posisi sehari sebelumnya ke level 4.745.

William Surya Wijaya, analis Asjaya Indosurya Securities, mengatakan, IHSG akan tetap positif jika support di level 4.710 bisa dijaga. Selama titik support ini tidak ditembus, indeks akan lebih mudah mencapai resistance di 4.799.

Kedua level ini yang akan menjadi rentang pergerakan IHSG dalam perdagangan Rabu hari ini. Indeks masih berpotensi menguat. Tapi sekarang, sentimen terkuat dari dalam negeri adalah pengumuman suku bunga acuan.

"Hanya ada dua pilihan, diturunkan karena sudah terlihat sedikit ruang, atau dipertahankan pada posisi saat ini," imbuh William.

Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko menyebut, sebenarnya terjadi aksi jual intraday di pasar, sebagai dampak pergerakan investor di pasar regional. Tapi aksi beli saham big caps dan lapis dua pilihan oleh pelaku pasar yang mulai bullish menahan penurunan akibat aksi jual tersebut.

"IHSG bisa menuju 4.800 dapat terjadi dalam waktu dekat," ujar Yuganur. Dia memprediksi, hari ini indeks bergerak pada rentang 4.720-4.870.  (bazz/kontan)

View

Related

BURSA 874429601447599109

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item