'Hanky Panky' alias Perselingkuhan Dalam Berbahasa


BLOKBERITA -- Seorang teman bertanya apa bahasa Inggrisnya ‘sandal jepit’. Jawaban saya : flip-flop. Kata flip-flop tadi termasuk dalam golongan kata berulang atau kata reduplikasi. Di khazanah bahasa Indonesia kata berulang sama sekali bukan hal aneh, karena dapat kita jumpai secara luas dalam wacana lisan maupun tulisan sehari-hari, seperti mata-mata, kuda-kuda, siku-siku, seluk-beluk, basa-basi, huru-hara, desas-desus, gerak-gerik, kasak-kusuk dan tetek bengek. Berbanding terbalik dengan bahasa Indonesia, bahasa Inggris sangat jarang menampilkan kata berulang ini dan kalau pun ada, pada umumnya kata ini merupakan serapan dari bahasa asing yang mengalami penyesuaian dengan lidah Inggris (anglicized). Ambillah contoh bric-a-brac yang boleh kita padani dengan kata ’tetek bengek’ atau kadangkala ’remeh temeh’. Kata ini diserap dari bahasa Perancis usang yaitu à bric et à brac yang bermakna ‘secara acak’ (at random). Kata bric-a-brac ini dapat pula kita artikan dengan ’pernak-pernik’ yaitu segala ornamen kecil pada perabot rumah tangga yang tidak bernilai mahal. Untuk menggambarkan hal atau benda yang sepele ini dapat pula kita pakai ungkapan fiddle-faddle ( bermakna ’a trivial matter’) atau knick-knack. Untuk menggambarkan ucapan seseorang yang ’ngelantur’ dan ’ngalor ngidul’ ada istilah hocus-pocus dan mumbo-jumbo. Kata hocus-pocus ini di abad 17, merupakan kata bertuah yang diucapkan oleh para tukang sulap seperti halnya dengan jampi-jampi abracadabra. Di zaman modern sekarang hocus pocus dimaknai dengan ’omong kosong’ atau ’akal-akalan’. Sedangkan mumbo-jumbo diserap dari nama dewa di benua Afrika dan mempunyai permaknaan modern ’ungkapan bertele-tele yang ngawur dan asbun dengan maksud ingin mengelabui seseorang’. Anda dapat pula menggunakan istilah flimflam untuk merujuk kepada ’omongan gombal’ ini. Dan tentunya ada pula istilah chit-chat (yang sudah cukup akrab dengan telinga kita dari kata chatting) yang kurang lebih bermakna ’mengobrol’. Untuk melukiskan situasi dan kondisi yang ’babalieut’ dan kacau balau, ada istilah helter-skelter, topsy-turvy, dan pell-mell. Kata helter-skelter mengandung pengertian ’tunggang-langgang’ misalnya dalam kalimat ’to run helter skelter’ (berlari lintang pukang), sedangkan kata topsy-turvy bermakna ’jungkir balik’, misalnya pada ungkapan ’Egypt is in a topsy-turvy state’ (Mesir dalam kondisi kacau-balau). Sedangkan pell-mell diserap juga dari istilah Perancis pêle-mêle yang bermakna ’kabur’. Jadi pell-mell boleh pula kita sandangkan pada kondisi di Mesir dewasa ini yang sedang ’karut marut’. Beberapa atribut untuk tingkah laku seseorang yang tidak terpuji juga bisa kita jumpai pada kata reduplikasi dalam bahasa Inggris ini. Ada kata harum-scarum yang bermakna ’ugal-ugalan’ dan hurly burlyyang bermakna ’kemelut’. Ada pula kata hoity-toity yang bermakna ’pongah, angkuh dan sok’, kata willy-nilly yang artinya ’serampangan, sembrono’ (haphazard), kata hanky-panky yang melukiskan kelakuan yang tidak senonoh dan culas, bahkan sekarang juga memperoleh permaknaan baru yaitu ’penyelewengan seksual’ (sexual shenanigans). Orang yang berengsek dapat kita sebut dengan riff-raff, dan orang yang bloon di AS dijuluki dengan ding-dong. Di negara Inggris ding-dong mempunyai makna yang sedikit berlainan yaitu ’pertengkaran hebat’ (a fierce argument). Juga tidak ada ruginya Anda mengetahui permaknaan dari kata itsy-bitsy, teeny-weenie dan nitty-gritty. Itsy-bitsy dan teeny-weenie berpadanan dengan kata Indonesia ’imut-imut atau kecil mungil’ (very small,tiny), sedangkan nitty-gritty berpadanan dengan ’inti-sari atau hal yang paling mendasar’. Dan sudah barang tentu kita juga perlu mengetahui nama permainan anak see-saw (ungkat-ungkit), olahraga ping-pong dan aliran musik hip-hop. Dan terakhir saya mengatakan blah-blah (dan sebagainya) dan bye-bye.  (kompasiana/gustaf kusno)

View

Related

SASTRA DAN BUDAYA 1995401480542589809

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item