Anjlok Lagi, Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah 11 Tahun

NEW YORK, BLOKBERITA -- Harga minyak dunia merosot sekitar enam persen pada perdagangan Rabu (1/6/2016) waktu setempat, hingga menyentuh level terendah 11 tahun.

Harga emas hitam tersebut tertekan oleh naiknya persediaan produk-produk minyak AS. Hal ini menunjukkan berlanjutnya kelebihan pasokan di pasar.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, merosot 2,00 dollar AS atau 5,6 persen, menjadi 33,97 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Posisi tersebut merupakan harga penutupan terendah WTI sejak  Desember 2008.

Di London, minyak Brent untuk pengiriman Februari, ditutup di bawah 35 dollar AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari 11 tahun menjadi 34,23 dollar AS per barrel, turun 2,19 dollar AS (6,0 persen). Ini merupakan penutupan terendah sejak Juli 2004.

Laporan mingguan Departemen Energi AS (DoE) pada Rabu menunjukkan penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah komersial AS, sebanyak 5,1 juta barrel menjadi 482,3 juta barrel dalam pekan yang berakhir 1 Januari. Para ahli yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan sedikit kenaikan 500.000 barrel.

" Apa yang tak terduga adalah peningkatan persediaan besar dalam bensin dan bahan bakar diesel -- penumpukan tingkat persediaan bensin adalah sebuah kejutan yang sangat besar," kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.


Stok bensin melonjak 10,6 juta barrel dan sulingan, termasuk minyak diesel dan bahan bakar pemanas, naik sebesar 6,3 juta barrel.

" Penambahan persedian produk-produk minyak telah menyebabkan tekanan pada harga minyak mentah, karena hal itu berdampak pada margin penyulingan dan mereka (penyuling) mungkin pada akhirnya memangkas permintaan mereka untuk minyak mentah," kata Lipow.

Data DoE juga menunjukkan kenaikan dalam produksi minyak mentah AS, sebanyak 17.000 barrel per hari menjadi 9,22 juta barrel per hari, kenaikan minggu keempat berturut-turut, dan peningkatan dalam persediaan di pusat minyak Cushing di Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI.

Sementara kekhawatiran geopolitik juga menyelimuti pasar. Mulai dari krisis diplomatik antara Arab Saudi dan Iran, aliran data ekonomi Tiogkok yang lemah hingga pengumuman keberhasilan uji coba bom hindrogen Korea Utara.

" Kejatuhan harga minyak Brent adalah efek berantai dari kemungkinan bahwa ketegangan geopolitik antara Arab Saudi dan Iran telah mengakhiri harapan pada kesepakatan tentang produksi minyak," analis James Hughes dari GKFX.

Harga BBM Turun

Mulai Selasa (5/1/2016) ini, harga bahan bakar minyak (BBM) diturunkan. Pungutan dana ketahanan energi yang tadinya akan diberlakukan pun ditunda.

Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto mengatakan, harga solar akan turun dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.650. Harga premium untuk non-Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) turun dari Rp 7.300 menjadi Rp 6.950, sedangkan harga premium untuk Jamali turun dari Rp 7.400 menjadi Rp 7.050.

Sebelumnya, pemerintah akan menerapkan pungutan DKE sebesar Rp 200-Rp 300 per liter sehingga harga premium menjadi Rp 7.150 dan solar menjadi Rp 5.950.

"Di luar yang ditetapkan pemerintah, Pertamina juga akan menurunkan produk-produk yang lain," kata Dwi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/1/2016).

Untuk harga pertalite, turun dari Rp 8.250 menjadi Rp 7.900.

Sementara itu, harga pertamax untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat turun dari Rp 8.650 menjadi Rp 8.500, sedangkan harga pertamax untuk Jawa Tengah dan DIY turun dari Rp 8.750 menjadi Rp 8.600.

Kemudian, harga pertamax untuk Jawa Timur turun dari Rp 8.750 menadi Rp 8.600.

Adapun harga pertamax plus untuk DKI Jakarta turun dari Rp 9.650 menjadi Rp 9.400, harga pertamina dex DKI Jakarta turun dari Rp 9.850 menjadi Rp 9.600, dan harga solar non-PSO turun dari Rp 8.300 menjadi Rp 8.050.

Selain harga BBM, Pertamina juga menurunkan harga elpiji. Untuk Jabodetabek, harga elpiji 12 kilogram turun Rp 5.600 per tabung. Harga bright gas 12 kg turun Rp 4.800 per tabung dan untuk Jabodetabek turun Rp 4.600 per tabung.

Harga bright gas 5,5 kg untuk Jabodetabek turun Rp 4.500 per tabung, harga ease gas 9 kg untuk Jabodetabek turun Rp 5.000 per tabung, dan harga ease gas 12 kg turun Rp 6.000 per tabung.

Sementara itu, harga ease gas 14 kg turun Rp 8.000 per tabung dan harga elpiji 6 kg rata-rata nasional turun Rp 2.000 per tabung.

Penurunan harga BBM itu akan berlaku mulai Selasa (5/1/2016) pukul 00.00.
[ hbd / kmps ]
View

Related

HEADLINES 7674503572027471318

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item