Aktor Sean Penn Bantu Penangkapan Gembong Narkoba Meksiko

MEXICO CITY, BLOKBERITA — Sebuah pertemuan rahasia antara aktor AS, Sean Penn, dan Joaquin "El Chapo" Guzman di sebuah hutan di Meksiko telah membantu penangkapan gembong narkoba tersebut pada pekan ini. Seorang pejabat Meksiko mengungkap hal itu.

Majalah Rolling Stone, Sabtu (9/1/2016) atau sehari setelah Guzman diumumkan telah ditangkap, mem-posting di dunia maya hasil wawancara antara Penn dan Guzman pada  Oktober dan gambar yang menunjukkan aktor pemenang Oscar ini sedang berjabat tangan dengan pemimpin kartel narkoba Sinaloa yang berkumis dan mengenakan kemeja biru itu.

Penn menulis bahwa Guzman yang berusia 58 tahun itu memberinya pelukan bak sahabat saat mereka berjumpa di sebuah area terbuka di hutan Meksiko dan duduk bersama selama tujuh jam, lalu disambung dengan wawancara melalui video dan telepon.

"Saya menyediakan heroin, methamphetamine, kokain, dan mariyuana lebih banyak dari yang bisa diberikan orang lain di seluruh dunia," kata Guzman kepada Penn dalam sebuah pengakuan yang menakjubkan tentang kerajaan kriminalnya sambil menikmati beberapa teguk tequila.

"Saya memiliki armada kapal selam, pesawat, truk, dan kapal," kata Guzman dalam pertemuan tersebut, yang telah diatur aktris Meksiko, Kate del Castillo.

Walaupun Penn berusaha keras merahasiakan pertemuan tersebut, petugas federal Meksiko menyampaikan ke kantor berita AFP bahwa pihak berwenang "tahu mengenai pertemuan itu". Mereka mengatakan, pertemuan itu telah membantu penangkapan kembali laki-laki yang paling dicari di dunia itu di rumahnya di barat laut Sinaloa.

Petugas tersebut menolak mengatakan apakah Penn dan Del Castillo diselidiki terkait pertemuan rahasia tersebut.

Jaksa Agung Meksiko, Arely Gomez, mengatakan hari Jumat bahwa Guzman telah bertemu dengan aktor dan produser yang tidak disebutkan namanya dengan harapan membuat sebuah film biografi tentang dirinya. Apes bagi Guzman, pertemuan itu kemudian malah membantu petugas menemukan lokasinya.

Petugas tersebut menambahkan, penangkapan itu adalah hasil dari "cara baru penyelidikan", tanpa memberikan penjelasan yang lebih rinci.

Rolling Stone juga menerbitkan sebuah video yang menunjukkan Guzman tanpa kumis, berbicara tentang mengapa ia memutuskan untuk terjun ke perdagangan narkoba setelah usia 15 tahun. Menurut pengakuannya, ia terjun ke bisnis itu karena kesempatan kerja tidak tersedia.

"Sayangnya, di tempat saya dibesarkan, tidak ada pilihan lain untuk bertahan hidup," kata Guzman.

Ketika ditanya, apakah dia merasa bertanggung jawab atas tingginya tingkat kecanduan di dunia? Guzman menjawab, "Itu tidak benar. Sekalipun saya tidak ada, tidak ada pengaruhnya atas perdagangan narkoba."

Dalam pesan teks beberapa hari setelah pertemuan mereka, Guzman membahas mengenai serbuan helikopter marinir yang hampir menangkapnya pada tanggal 6 Oktober. Ia  meremehkan luka di wajah dan kakinya sebagaimana dilaporkan pihak berwenang.

Ia mengatakan, "Tidak seperti yang mereka katakan, kakiku hanya sedikit terluka."

Pihak berwenang menyatakan bahwa para marinir tidak menembak Guzman selama serbuan karena ia bersama dua perempuan dan seorang gadis kecil. Namun, ia terluka akibat terjatuh.

Wawancara di majalah Rolling Stone muncul setelah para jaksa di Meksiko mengumumkan bahwa mereka akan mengupayakan ekstradisi Guzman ke Amerika Serikat. Hal itu berbeda dengan pernyataan Presiden Enrique Pena Nieto yang menolak mengirim dia melintasi perbatasan.

Kantor Kejaksaan Agung Meksiko mengatakan telah menerima dua permintaan ekstradisi dari AS tahun lalu atas serangkaian tuduhan, termasuk perdagangan narkoba dan pembunuhan.

"Dengan tertangkapnya Guzman Loera, proses ekstradisi yang diharapkan akan segera dimulai," kata seorang petugas dalam sebuah pernyataan.

Salah seorang pengacara Guzman, Juan Pablo Badillo, menentang rencana ekstradisi itu dan bersumpah akan membawa kasus itu ke Mahkamah Agung bila perlu.

"Ia tidak perlu diekstradisi karena peradilan Meksiko sudah adil," demikian disampaikan Badillo kepada para wartawan di luar penjara Altiplano di dekat Mexico City, di mana Guzman ditahan setelah penangkapannya.

Dari penjara itulah, Guzman melarikan diri pada 11 Juli, melalui sebuah lubang di dalam kamar mandi di selnya yang terhubung dengan terowongan sejauh 1,5 km di luar penjara.

Seorang petugas federal Meksiko membela putusan yang mengirim Guzman kembali ke Altiplano. Petugas itu mengatakan, serangkaian upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan keamanan, termasuk instalasi batang logam di bawah lantai penjara. (bmw/AFP/kmps)
View

Related

GLOBAL 4205966006629253319

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item