Bursa Efek Indonesia Libur 16-21 Juli 2015

JAKARTA, BLOKBERITA --  Bursa Efek Indonesia (BEI) meliburkan perdagangan saham pada 16-21 Juli 2015 menyusul cuti bersama dan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.

Laman BEI mengungkapkan, Bursa Efek Indonesia akan kembali membuka perdagangan saham pada Rabu 22 Juli 2015.

Hari libur bursa itu mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2014, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 3/SKB/MEN/V/2014, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 02/SKB/MENPAN/V/2014 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2015.

Selain jadwal itu, libur Bursa akan ditetapkan kemudian apabila kegiatan kliring ditiadakan Bank Indonesia atau karena ada pengumuman pemerintah mengenai peniadaan kegiatan kerja pada hari tertentu. 

IHSG BEI Ditutup Melemah 31,95 Poin

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup melemah senilai 31,95 poin seiring pelaku pasar yang kembali melakukan aksi ambil untung menjelang libur panjang Hari Raya Lebaran.

" Pelaku pasar saham di bursa Indonesia tengah siap menghadapi libur panjang Lebaran, situasi itu memicu IHSG bergerak dengan volatilitas terbatas dan rentan terhadap aksi ambil untung," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta, Rabu (15/7).

IHSG BEI ditutup melemah senilai 31,95 poin atau 0,65 persen menjadi 4.869,84. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 1,75 poin (0,78 persen) menjadi 832,87.

Ia menilai, sentimen eksternal terkait Yunani juga masih membayangi pasar saham global, termasuk IHSG BEI.

Yunani harus sudah mengesahkan undang-undang yang mencakup diantaranya perampingan tarif pajak pertambahan nilai dan memperluas objek pajak, memangkas dana pensiun, dan menjadikan lembaga statistik nasional sebagai lembaga independen.

" Proposal harus segera diserahkan. Jika parlemen Yunani gagal menyetujui semua itu, maka negosiasi dana talangan batal," katanya.

Kepala Riset Uniersal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan bahwa tekanan jual membuat IHSG BEI terkoreksi, padahal neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni kembali membukukan surplus.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2015 surplus sebesar 477 juta dolar AS. Sedangkan periode Januari-Juni 2015 dicatat surplus sebesar 4,35 miliar dolar AS.

" Pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung jelang libur panjang, apalagi kondisi bursa regional juga sedang tidak menentu," katanya.

Tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 179,814 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 3,57 miliar lembar saham senilai Rp3,86 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 65,15 poin (0,26 persen) ke level 25.055,76, indeks Nikkei naik 78,00 poin (0,38 persen) ke level 20.463,33, dan indeks Straits Times menguat 22,36 poin (0,67 persen) ke posisi 3.338,86.

[ bmw / antara ]
View

Related

BURSA 8489589165975920588

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item