Awali Sesi I, IHSG Anjlok Lagi 16 Poin ke 4.889

 
JAKARTA, BLOKBERITA -- Pada sesi pertama perdagangan Rabu (8/7/2015) hingga pukul 09.31 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju turun 16,076 poin (0,33%) ke posisi 4.889,974.

Selama 31 menit pertama, indeks mencapai level tertingginya di 4.912,637 atau menguat 6,587 poin yang merupakan posisi pembukaan pukul 08.55 WIB dan mencapai level terendahnya 4.886,712 atau turun 19,338 poin.

Sebanyak 62 saham menguat, 120 saham turun, 62 saham stagnan, dan 316 saham tidak ditransaksikan.

Semua indeks saham kompak mendukung pelemahan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 yang turun 3,287 poin (0,391%) ke angka 836,578; IDX30 turun 1,591 poin (0,366%) ke posisi 433,36;

MBX turun 5,185 poin (0,367%) ke angka 1.407,838; DBX turun 0,256 poin (0,038%) ke posisi 681,937; dan saham-saham syariah yang tergabung dalam indeks JII turun 2,008 poin (0,305%) ke posisi 655,713.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp681,5 miliar dan di pasar negosiasi mencapai Rp94,04 miliar.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp372,8 miliar dan penjualan saham senilai Rp328,8 miliar. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih (net foreign buy) senilai Rp43,97 miliar.

Rupiah Melemah

Sementara itu Rabu pagi nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu (8/7/2015) pagi bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp13.338 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.322 per dolar AS.

" Dolar AS bergerak menguat terhadap rupiah, diperkirakan mata uang Amerika Serikat itu masih menekan rupiah pada pekan ini menyusul sentimen dari Yunani masih beredar," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Rabu.

Apalagi, lanjut dia, jika hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini memberikan tanda kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate) maka tekanan mata uang rupiah bisa terus berlanjut.

" Pertemuan FOMC diperkirakan membangkitkan isu kenaikan suku bunga the Fed," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, tekanan nilai tukar rupiah tidak akan terlalu signifikan menyusul Bank Indonesia yang akan melakukan intervensi. Sejauh ini, Bank Indonesia telah menggunakan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

" Cadangan devisa Indonesia periode Juni tercatat turun menyusul intervensi rupiah yang rutin dilakukan BI," katanya.

Dalam data Bank Indonesia tercatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2015 tercatat sebesar 108 miliar dolar AS turun 2,8 miliar dolar AS dari posisi akhir Mei 2015 sebesar 110,8 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan bahwa Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa per akhir Juni 2015 masih cukup membiayai 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
OM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (8/7/2015) pagi bergerak melemah sebesar 16 poin menjadi Rp13.338 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.322 per dolar AS.

"Dolar AS bergerak menguat terhadap rupiah, diperkirakan mata uang Amerika Serikat itu masih menekan rupiah pada pekan ini menyusul sentimen dari Yunani masih beredar," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Rabu.

Apalagi, lanjut dia, jika hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini memberikan tanda kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate) maka tekanan mata uang rupiah bisa terus berlanjut.

"Pertemuan FOMC diperkirakan membangkitkan isu kenaikan suku bunga the Fed," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, tekanan nilai tukar rupiah tidak akan terlalu signifikan menyusul Bank Indonesia yang akan melakukan intervensi. Sejauh ini, Bank Indonesia telah menggunakan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Cadangan devisa Indonesia periode Juni tercatat turun menyusul intervensi rupiah yang rutin dilakukan BI," katanya.

Dalam data Bank Indonesia tercatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2015 tercatat sebesar 108 miliar dolar AS turun 2,8 miliar dolar AS dari posisi akhir Mei 2015 sebesar 110,8 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan bahwa Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa per akhir Juni 2015 masih cukup membiayai 7,0 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. [tar] - See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2220466/rupiah-rabu-pagi-melemah-menjadi-rp13338#sthash.GsyuGPgX.dpuf

 [ bazz / inilah ]
NILAHCOM, Jakarta - Pada sesi pertama perdagangan Rabu (8/7/2015) hingga pukul 09.31 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju turun 16,076 poin (0,33%) ke posisi 4.889,974.

Selama 31 menit pertama, indeks mencapai level tertingginya di 4.912,637 atau menguat 6,587 poin yang merupakan posisi pembukaan pukul 08.55 WIB dan mencapai level terendahnya 4.886,712 atau turun 19,338 poin.

Sebanyak 62 saham menguat, 120 saham turun, 62 saham stagnan, dan 316 saham tidak ditransaksikan.

Semua indeks saham kompak mendukung pelemahan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 yang turun 3,287 poin (0,391%) ke angka 836,578; IDX30 turun 1,591 poin (0,366%) ke posisi 433,36;

MBX turun 5,185 poin (0,367%) ke angka 1.407,838; DBX turun 0,256 poin (0,038%) ke posisi 681,937; dan saham-saham syariah yang tergabung dalam indeks JII turun 2,008 poin (0,305%) ke posisi 655,713.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp681,5 miliar dan di pasar negosiasi mencapai Rp94,04 miliar.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp372,8 miliar dan penjualan saham senilai Rp328,8 miliar. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih (net foreign buy) senilai Rp43,97 miliar. [jin] - See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2220440/awali-sesi-i-ihsg-longsor-lagi-16-poin-ke-4889#sthash.m0g0NUI7.dpuf
NILAHCOM, Jakarta - Pada sesi pertama perdagangan Rabu (8/7/2015) hingga pukul 09.31 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju turun 16,076 poin (0,33%) ke posisi 4.889,974.

Selama 31 menit pertama, indeks mencapai level tertingginya di 4.912,637 atau menguat 6,587 poin yang merupakan posisi pembukaan pukul 08.55 WIB dan mencapai level terendahnya 4.886,712 atau turun 19,338 poin.

Sebanyak 62 saham menguat, 120 saham turun, 62 saham stagnan, dan 316 saham tidak ditransaksikan.

Semua indeks saham kompak mendukung pelemahan IHSG. Antara lain, indeks saham-saham unggulan LQ45 yang turun 3,287 poin (0,391%) ke angka 836,578; IDX30 turun 1,591 poin (0,366%) ke posisi 433,36;

MBX turun 5,185 poin (0,367%) ke angka 1.407,838; DBX turun 0,256 poin (0,038%) ke posisi 681,937; dan saham-saham syariah yang tergabung dalam indeks JII turun 2,008 poin (0,305%) ke posisi 655,713.

Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp681,5 miliar dan di pasar negosiasi mencapai Rp94,04 miliar.

Sementara itu, investor asing mencatatkan pembelian saham senilai Rp372,8 miliar dan penjualan saham senilai Rp328,8 miliar. Alhasil, investor asing mencatatkan pembelian saham bersih (net foreign buy) senilai Rp43,97 miliar. [jin] - See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2220440/awali-sesi-i-ihsg-longsor-lagi-16-poin-ke-4889#sthash.m0g0NUI7.dpuf
View

Related

BURSA 5018758089232177917

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item