Tajikistan akan Cabut Kewarganegaraan Penduduknya yang Terlibat ISIS

TAJIKISTAN, BLOKBERITA -- Parlemen Tajikistan meloloskan RUU yang mencabut kewarganegaraan penduduknya yang berjuang dengan organisasi-organisasi militan seperti ISIS di Irak dan Suriah.

" Seseorang akan otomatis dicabut kewarganegaraannya dalam Republik Tajikistan jika mereka berperang bersama kelompok-kelompok dan organisasi-organisasi teroris di luar negeri," kata Zarif Alizoda, ombudsman hak asasi negara itu kepada parlemen.

Parlemen kemudian dengan suara bulat mengundang-undangkan RUU itu.

Saat ini ada sekitar 400 orang 400 Tajik yang bergabung dengan ISIS, termasuk seorang yang pernah menjadi kepala unit pasukan khusus pada kementerian dalam negeri Tajikistan.

Mei lalu, Kolonel Gulmurod Halimov, mantan komandan pasukan khusus kementerian dalam negeri, mengejutkan negeri itu dengan mengumumkan lewat klip video 12 menit di YouTube bahwa dia membelot ke ISIS karena menganggap pemerintah negaranya menjalankan kebijakan-kebijakan yang anti Islam.

Bulan ini dia muncul di video dengan mengancam memenggal adiknya yang telah meminta diringa kembali ke negaranya dan menghadapi hukuman.

Pekan ini, foto-foto di media sosial malah memperlihatkan Halimov dirawat karena cedera.

Setelah pengumuman Halimov itu, Tajikistan segera menyatakan ISIS sebagai organisasi teroris, demikian AFP.  

ISIS Jual 42 Wanita Sebagai Budak Sex

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menjual 42 wanita Irak yang mereka culik dari suku minoritas Yazidi, kepada laskar-laskarnya di Suriah timur, kata Observatorium HAM Suriah seperti dilaporkan AFP.

Observatorium mengatakan wanita-wanita itu diperlakukan sebagai budak oleh para militan ISIS dan dijual antara 500 dolar AS (Rp6,6 juta) sampai 2.000 dolar AS (Rp26 juta).

Perempuan-perempuan ini diculik tahun lalu dari daerah Sinjar di Irak utara di mana ISIS saat itu melancarkan ofensif besar-besaran, kata Observatorium. 

Belum lama bulan ini perempuan-perempuan ini dibawa ke kota Mayadeen di Provinsi Deir Ezzor, Suriah, yang dikuasai ISIS.

" Beberapa dari mereka diculik bersama anak-anaknya, namun kami tidak tahu nasib mereka," kata Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman.

Yazidi adalah minoritas agama yang sebagian besar tinggal di Sinjar, Irak. Mereka bukan muslim, bukan pula Arab, dan mengikut keyakinan yang unik.  Kaum Yazidi dianggap kafir oleh ISIS.

Pada 2014, ISIS membantai kaum Yazidi, memaksa puluhan ribu dari mereka mengungsi, menangkap ribuan gadis dan wanita untuk mereka jadikan budak-budak seks.

PBB menyebut tindakan ISIS ini genosida atau pembasmian etnis.  

Sementara itu terpisah, Presiden Rusia Vladimir Putin menyeru timpalannya dari Amerika Serikat, Presiden Barack Obama, untuk membicarakan gerak maju pasukan Negara Islam Irak dan Surih (ISIS).

Kamis waktu setempat, Putin juga meminta Obama membahas konflik di Ukraina dan kesepakatan program nuklir Iran.

" Presiden Obama menegaskan pentingnya Rusia memenuhi komitmennya terhadap Kesepakatan Minsk, termasuk penarikan semua tentara dan peralatan perang Rusia dari wilayah Ukraina," kata Gedung Putih seperti dikutip AFP.

[ bazz / antara ]
View

Related

GLOBAL 1331886063471208657

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item