Mengenaskan, Brasil Tersingkir dari Copa Amerika

BRAZILIA, BLOKBERITA -- Tersingkirnya Brasil dari Copa America kembali membuat negara tersebut dilanda kemuraman dan terlibat dalam perdebatan tentang cara mengembalikan kejayaan tim nasional. 

Setahun setelah ditaklukkan 1-7 oleh Jerman di Piala Dunia, kesedihan setelah tersingkir dari turnamen memang kian terasa akrab bagi rakyat Brasil.

Seperti satu tahun lalu, Brasil didiagnosis tidak memiliki cukup banyak pemain hebat dan memiliki kekacauan liga domestik. Karenanya, muncul tuntutan bahwa sistem yang diterapkan tim nasional Brasil harus dibentuk ulang.

" Kalah karena adu penalti tidak bisa menuntupi realitas," kata kolumnis koran Folha de S.Paulo, Juca Kfouri, pada Minggu (28/6). "Kami tidak memiliki pemain, kami tidak memiliki tim, kami tidak memiliki pelatih, dan banyak sekali yang tidak kompeten di puncak (federasi)."

Kfouri, seperti halnya banyak suporter lain, menyalahkan Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan Dunga, pelatih yang mengambil alih tim nasional hanya dua pekan setelah dipermalukan Jerman tahun lalu.

Filosofi bermain yang bertahan dan juga dirinya yang tidak memiliki kharisma pribadi meski menduduki salah satu jabatan paling penting di Brasil, membuat Dunga hanya mendapatkan sedikit rekan.

Demikian pula dengan CBF. Pasca kekalahan 1-7, organisasi tersebut dikritik karena tidak mengambil jeda untuk melakukan evaluasi dan gagal mengerti bahwa sepak bola Brasil telah berjalan mundur.

Namun, kritik-kritik yang meminta adanya perubahan secara mendasar, dengan jadwal liga domestik yang diperbarui dan dikurangi, darah segar di puncak federasi, dan juga liga independen yang dijalankan oleh klub, seolah hanya sampai pada telinga yang tak bisa mendengar.

Menurut mantan pemain tim nasional Brasil yang memenangi Piala Dunia 1970, Tostao, masalah-masalah Brasil timbul karena generasi baru pemain Brasil tidak memiliki talenta sebesar tim di masa lalu.

" Selain semakin berkurangnya kemampuan individu dan juga kekuatan kolektif di timnas, Selecao hidup dibayang-bayangi harapan dan tanggung jawab sangat besar yang ditimpakan oleh sejarah sepak bola Brasil," kata Tostao yang menulis di Folha de S.Paulo.

" Pemain yang tidak memiliki kemampuan seorang bintang hebat tidak akan memiliki kepercayaan diri dan juga keseimbangan emosi dalam laga menentukan. Mereka menyia-nyiakannya."

Dunga menyalahkan kekalahan tersebut kepada virus yang dikatakannya sempat menyerang beberapa pemain sebelum pertandingan. Namun, ia berkata bahwa kekalahan tersebut akan menempa para pemainnya untuk berlaga di kualifikasi Piala Dunia yang dimulai pada Oktober nanti.

Brasil tidak pernah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia dan kali ini tekanannya akan semakin hebat.

" Turnamen ini sangat penting dalam membuat para pemain terbiasa bermain di kualifikasi," kata sang pelatih hanya beberapa saat setelah mengalami kekalahan. " Kami ingin menang namun hal tersebut adalah pelajaran yang hebat untuk kualifikasi. Hal itu menjadi prioritas kami," celoteh Dunga.

[ bmw / cnni ]

View

Related

SPORT 7638189180055773898

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item