IHSG Menguat Tipis, Investor Asing Masih Cetak Jual Bersih

BLOKBERITA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan ditutup menguat. Indeks naik sebesar 34 poin (0,72 persen) ke level 4.872 setelah bergerak di antara 4.826-4.892 pada Selasa (16/6).

Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terkoreksi sebesar 22 poin (0,17 persen) ke Rp 13.348 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah bergerak di kisaran Rp 13.325-Rp 13.353 per dolar.

Dalam perdagangan saham, PT Mandiri Sekuritas mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp 4,88 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 3,7 triliun dan transaksi negosiasi Rp 1,18 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 153 miliar.

Sebanyak sembilan sektor menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik 1,55 persen dan sektor keuangan yang naik 1,33 persen. Sebanyak 171 saham naik, 107 saham turun, 92 saham tidak bergerak, dan 185 saham tidak ditransaksikan.

Saham di sektor aneka industri yang paling menguat adalah PT Astra International Tbk (ASII, Rp 6.975) yang naik 1,82 persen dan PT Sepatu Bata Tbk (BATA, Rp 1.100) yang naik 7,32 persen.

Lebih lanjut, di sektor keuangan, saham yang paling terapresiasi adalah PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA, Rp 7.500) sebesar 7,14 persen dan PT Bank Mega Tbk (MEGA, Rp 2.470) sebesar 5,11 persen.

Dari Asia, mayoritas indeks saham bergerak melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang turun sebesar 0,64 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi sebesar 1,10 persen, dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah 0,67 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka siang tadi. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,45 persen, DAX di Jerman melemah 1,13 persen, dan CAC di Perancis terkoreksi 0,84 persen.  

Diprediksi Melemah


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali melemah karena minimnya sentimen penggerak naik pasar serta menurunnya gairah beli pemodal domestik. Meski begitu, potensi penguatan masih ada terkait akumulasi beli saham.

William Surya Wijaya analis PT Asjaya Indosurya Securities mengatakan IHSG kembali mengalami tekanan, namun kali ini diiringi oleh sedikit capital inflow, hal ini menunjukkan bahwa indeks pada dasarnya masih menyimpan keyakinan untuk kembali mencuat naik.

Ia mengatakan support berada pada level 4.821, target potensi kenaikan terdekat menuju resistance level 5.002. Menurutnya, saat ini peluang bagi investor yang memiliki jiwa investasi untuk melakukan akumulasi pembelian, dengan target capital gain untuk jangka menengah maupun panjang.

“ Dalam saat begini diharapkan lebih berpikir investasi dengan minimal timeframe jangka menengah dibanding jangka pendek,” jelasnya dalam ulasan, Selasa (16/6).

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan pada perdagangan Selasa (16/6) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.795-4.812 dan resisten 4.900-4.950. Laju IHSG gagal bertahan di atas area target support 4.900-4.925 dan belum mampu berada di area target resisten 4.950-4.975.

“ Hanya karena adanya sentimen negatif, reaksi pasar terlalu berlebihan yang membuat IHSG tersungkur. Meski kami berharap akan adanya kenaikan agar dapat memberikan kesempatan pada para pelaku pasar untuk mendapatkan gain. Namun, jika aksi jual masih berlanjut maka IHSG pun dapat kembali melemah,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Reza, posisi IHSG menyamai posisi di awal kuartal II tahun 2014. Pola pelemahan dapat dimungkinkan jika tidak ada penahan terhadap aksi jual tersebut. Investor disarankan tetap mewaspadai potensi penurunan kembali. 

Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi jelang rapat The Fed pada 16 Juni 2015. Indeks turun sebesar 98 poin (1,99 persen) ke 4.837 setelah bergerak di antara 4.837-4.926 pada Senin (15/6).

Level tersebut merupakan titik terendah IHSG sejak awal tahun ini, yang sebelumnya sempat menyentuh angka 4.899,88 pada 9 Juni 2015. Lebih lanjut, jika dihitung sejak awal tahun (year to date), maka IHSG telah anjlok mencapai 7,45 persen dari titik 5.226,95 pada akhir 2014.


[ bmw / antara ]
View

Related

BURSA 4664697484230223154

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item