Pekan Depan, IHSG Berpotensi Menguat

JAKARTA, BLOKBERITA -- Selama sepekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diwarnai dengan pelemahan sebesar 3,23%. Namun pada penutupan bursa Jumat (12/6), IHSG menguat tipis 0,14% di 4.935,82. Pekan depan IHSG berpotensi menguat.

Menurut analis Net Sekuritas, Fadli pergerakan IHSG yang cenderung menurun ini dikarenakan pelemahan beberapa emiten di sektor perbankan. Rencana pemerintah menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat hingga 12% untuk korporasi dan 21% untuk mikro KUR turut menekan saham perbankan di tengah kinerja para emiten perbankan yang tidak sesuai dengan harapan pasar.

“ Penurunan suku bunga KUR ini berpotensi semakin menekan margin keuntungan perbankan. Pasar melihat ini sebagai sentimen negatif,” ujar Fadli.

Selain itu, adanya kekhawatiran dari investor terhadap kemungkinan The Fed menaikkan suku bunganya lebih awal memberikan tekanan bagi IHSG. Kabar ini semakin berhembus kencang setelah beberapa data ekonomi Amerika yang cukup baik, seperti data tenaga kerja Amerika yang naik 85,7% di bulan April 2015.

Adapun menurut analis Sinarmas Sekuritas, Eddy Wijaya pelemahan IHSG pada pekan ini juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang tidak stabil. Di awal pekan (8/6), nilai tukar rupiah sempat berada di level mengkhawatirkan dengan hampir menyentuh Rp 13.400 per USD. Sedangkan pada penutupan perdagangan kemarin (12/6), rupiah mampu menguat tipis 0,1% di Rp 13.335 per USD.

“ Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika turut mempengaruhi pelemahan indeks pekan ini. Sejak awal bulan, rupiah telah melemah 0,91%,” ujar Eddy.

Pekan depan, para analis memproyeksi adanya potensi IHSG untuk menguat. Eddy menjelaskan potensi penguatan ini karena para investor sedang menantikan dirilisnya data neraca perdagangan dalam negeri yang diprediksi naik ke US$ 0,8 miliar dari sebelumnya di US$ 0,45 miliar.

Untuk itu, Eddy memproyeksikan pekan depan IHSG mixed dengan potensi rebound di kisaran 4.918-4950. Sedangkan Fadli juga memprediksi IHSG untuk menguat di range 4.885-4.985.

Bangkit Jika Rupiah Menguat

Bursa saham domestik berpeluang rebound tipis hari ini. Pada penutupan kemarin (11/6), indeks harga saham gabungan (IHSG) turun tipis 0,1% ke level 4.928,81.

Analis Pintraco Securities Setiawan Efendi memperkirakan, IHSG berpotensi rebound, asalkan rupiah tidak lanjut melemah. Kemarin, meski rupiah kembali tertekan 0,05% ke Rp 13.322 per dollar AS, pelemahan tersebut tergolong tipis.

" Rupiah harus dijaga agar tidak melemah, sebab hampir tidak ada sentimen positif domestik yang mampu mengangkat IHSG," ujar Efendi.

Analis Woori Korindo Securites Reza Priyambada juga melihat peluang kenaikan IHSG. Pasar berekspetasi perkara utang Yunani akan terselesaikan setelah pertemuan dengan Uni Eropa.

Secara teknikal, Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya bilang, arus dana keluar alias capital outflow masih terjadi, namun takarannya mengecil. Indikasinya, tekanan di bursa sudah terbatas dan mulai terlihat pola akumulasi.

"IHSG berpotensi naik. Di jangka pendek mulai terlihat memasuki jalur uptrend," paparnya.

Prediksi William, hari ini, IHSG menguat di 4.871-5.051. Lalu, Efendi menebak, indeks rebound ke 4.852-4.969. Reza menduga, indeks di level 4.900-4.985.

[ bmw / kontan ]
View

Related

BURSA 3852344258037118165

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item