Chile Tinggal Menunggu Argentina atau Paraguay di Final Copa America 2015

SANTIAGO, BLOKBERITA -- Babak Final Copa America 2015 sudah dipastikan diisi oleh tim tuan rumah Chile yang menjungkalkan Peru dengan skor 2-1, kini mereka akan menunggu lawan yang akan bertanding Rabu (1/7) pagi nanti, yakni Argentina vs Paraguay.

La Roja bertekad mewujudkan mimpi barunya dengan menjadi juara di turnamen ini, setelah mereka mengalahkan Peru di babak semifinal di Estadio Nacional, Santiago, Selasa (30/6), Chile memetik kemenangan 2-1. Eduardo Vargas menjadi pahlawan lewat dua gol yang diborongnya.

Chile baru bisa membuka keunggulan di menit ke-42. Tapi Peru yang bermain dengan 10 orang secara mengejutkan bisa menyamakan kedudukan di menit ke-60. Upaya Gary Medel untuk menghalau crossing Luis Advincula justru menyarangkan bola ke gawang sendiri.

Keunggulan Chile kembali empat menit kemudian lewat tendangan jarak jauh Vargas. Chile pada akhirnya bisa mempertahankan keunggulan tersebut hingga laga usai dan berhak lolos ke final.

Target pertama sudah terwujud, Chile kini mulai menatap mimpi lainnya yaitu menjadi juara. Sepanjang penyelenggaraan Copa America sejak nyaris 100 tahun lalu, Chile belum pernah menjadi juara.

Ini adalah final kelima bagi Chile setelah sebelumnya di tahun 1955, 1956, 1979, dan 1987. Tapi di empat kesempatan tersebut, Chile harus puas menjadi runner-up. Chile kini tinggal menunggu pemenang dari laga antara Argentina dan Paraguay yang dimainkan di Estadio Municipal de Concepcion, Rabu (1/7).

Argentina yang digadang-gadang sebagai kandidat juara, justru menunjukkan performa yang kurang memenuhi ekspektasi. Dipenuhi pemain-pemain depan top semacam Lionel Messi, Sergio Aguero, Angel Di Maria, Gonzalo Higuain, dan lain-lain, Argentina masih saja seret gol.

“ Jelas bahwa kami memiliki masalah dengan penyelesaian kami,” ungkap Pelatih Argrntina, Tata Martino. “Tidak hanya di babak kedua saat melawan Paraguay, tapi dalam fase-fase di pertandingan melawan Uruguay dan terutama melawan Jamaika.”

“Ada nilai merah dalam penyelesaian kami. Itu adalah sesuatu hal yang kami akan tingkatkan,” tambahnya.

Di sisi lain Paraguay akan kembali menghadapi Argentina di semifinal Copa America. Ini akan jadi pertemuan kedua di antara kedua tim setelah sebelumnya berduel di fase grup. Belajar dari pertemuan sebelumnya di fase grup, Paraguay tak akan cuma main bertahan, mengingat ketertinggalan 2-0 saat bermain terlalu bertahan dibabak pertama.

Paraguay yang kemudian mengubah permainannya di babak kedua. Tampil lebih berani dalam menyerang, Paraguay akhirnya bisa mencetak dua gol penyeimbang hingga akhir pertandingan skor bertahan 2-2.

“ Kami sudah mempelajari bahwa kami tidak boleh bermain dengan merapatkan barisan belakang melawan Argentina. Kami harus keluar menyerang,” ujar pelatih Paraguay, Ramon Diaz.

“Ini akan berbeda. Kami tahu bahwa jika kami membuat kesalahan, kami bisa gagal ke final. Kami mengevaluasi semuanya yang sudah kami lakukan di Copa America. Bagi kami, ini adalah ujian penting, baik karakter maupun determinasi.”

“Kami tahu apa yang kami inginkan, kami tahu bagaimana kami ingin bermain, kami tahu siapa lawan kami. Tapi saya punya keyakinan besar terhadap tim ini. Kami punya pemain-pemain berpengalaman dan bagi saya, kami akan memainkan laga luar biasa,” katanya.

[ bazz / bolanet / gbi / dts ]
LOBALINDO.CO, SANTIAGO - Babak Final Copa America 2015 sudah dipastikan diisi oleh tim tuan rumah Chile yang menjungkalkan Peru dengan skor 2-1, kini mereka akan menunggu lawan yang akan bertanding Rabu (1/7) pagi nanti, yakni Argentina vs Paraguay.
La Roja bertekad mewujudkan mimpi barunya dengan menjadi juara di turnamen ini, setelah mereka mengalahkan Peru di babak semifinal di Estadio Nacional, Santiago, Selasa (30/6), Chile memetik kemenangan 2-1. Eduardo Vargas menjadi pahlawan lewat dua gol yang diborongnya.
Chile baru bisa membuka keunggulan di menit ke-42. Tapi Peru yang bermain dengan 10 orang secara mengejutkan bisa menyamakan kedudukan di menit ke-60. Upaya Gary Medel untuk menghalau crossing Luis Advincula justru menyarangkan bola ke gawang sendiri.
Keunggulan Chile kembali empat menit kemudian lewat tendangan jarak jauh Vargas. Chile pada akhirnya bisa mempertahankan keunggulan tersebut hingga laga usai dan berhak lolos ke final.
Target pertama sudah terwujud, Chile kini mulai menatap mimpi lainnya yaitu menjadi juara. Sepanjang penyelenggaraan Copa America sejak nyaris 100 tahun lalu, Chile belum pernah menjadi juara.
Ini adalah final kelima bagi Chile setelah sebelumnya di tahun 1955, 1956, 1979, dan 1987. Tapi di empat kesempatan tersebut, Chile harus puas menjadi runner-up. Chile kini tinggal menunggu pemenang dari laga antara Argentina dan Paraguay yang dimainkan di Estadio Municipal de Concepcion, Rabu (1/7).
Argentina yang digadang-gadang sebagai kandidat juara, justru menunjukkan performa yang kurang memenuhi ekspektasi. Dipenuhi pemain-pemain depan top semacam Lionel Messi, Sergio Aguero, Angel Di Maria, Gonzalo Higuain, dan lain-lain, Argentina masih saja seret gol.
“Jelas bahwa kami memiliki masalah dengan penyelesaian kami,” ungkap Pelatih Argrntina, Tata Martino. “Tidak hanya di babak kedua saat melawan Paraguay, tapi dalam fase-fase di pertandingan melawan Uruguay dan terutama melawan Jamaika.”
“Ada nilai merah dalam penyelesaian kami. Itu adalah sesuatu hal yang kami akan tingkatkan,” tambahnya.
Di sisi lain Paraguay akan kembali menghadapi Argentina di semifinal Copa America. Ini akan jadi pertemuan kedua di antara kedua tim setelah sebelumnya berduel di fase grup. Belajar dari pertemuan sebelumnya di fase grup, Paraguay tak akan cuma main bertahan, mengingat ketertinggalan 2-0 saat bermain terlalu bertahan dibabak pertama.
Paraguay yang kemudian mengubah permainannya di babak kedua. Tampil lebih berani dalam menyerang, Paraguay akhirnya bisa mencetak dua gol penyeimbang hingga akhir pertandingan skor bertahan 2-2.
“Kami sudah mempelajari bahwa kami tidak boleh bermain dengan merapatkan barisan belakang melawan Argentina. Kami harus keluar menyerang,” ujar pelatih Paraguay, Ramon Diaz.
“Ini akan berbeda. Kami tahu bahwa jika kami membuat kesalahan, kami bisa gagal ke final. Kami mengevaluasi semuanya yang sudah kami lakukan di Copa America. Bagi kami, ini adalah ujian penting, baik karakter maupun determinasi.”
“Kami tahu apa yang kami inginkan, kami tahu bagaimana kami ingin bermain, kami tahu siapa lawan kami. Tapi saya punya keyakinan besar terhadap tim ini. Kami punya pemain-pemain berpengalaman dan bagi saya, kami akan memainkan laga luar biasa,” katanya. (gbi/dts)
- See more at: http://www.globalindo.co/2015/06/30/chile-menunggu-argentina-atau-paraguay-di-final-copa-america-2015/#sthash.tkKr9iyy.dpuf
LOBALINDO.CO, SANTIAGO - Babak Final Copa America 2015 sudah dipastikan diisi oleh tim tuan rumah Chile yang menjungkalkan Peru dengan skor 2-1, kini mereka akan menunggu lawan yang akan bertanding Rabu (1/7) pagi nanti, yakni Argentina vs Paraguay.
La Roja bertekad mewujudkan mimpi barunya dengan menjadi juara di turnamen ini, setelah mereka mengalahkan Peru di babak semifinal di Estadio Nacional, Santiago, Selasa (30/6), Chile memetik kemenangan 2-1. Eduardo Vargas menjadi pahlawan lewat dua gol yang diborongnya.
Chile baru bisa membuka keunggulan di menit ke-42. Tapi Peru yang bermain dengan 10 orang secara mengejutkan bisa menyamakan kedudukan di menit ke-60. Upaya Gary Medel untuk menghalau crossing Luis Advincula justru menyarangkan bola ke gawang sendiri.
Keunggulan Chile kembali empat menit kemudian lewat tendangan jarak jauh Vargas. Chile pada akhirnya bisa mempertahankan keunggulan tersebut hingga laga usai dan berhak lolos ke final.
Target pertama sudah terwujud, Chile kini mulai menatap mimpi lainnya yaitu menjadi juara. Sepanjang penyelenggaraan Copa America sejak nyaris 100 tahun lalu, Chile belum pernah menjadi juara.
Ini adalah final kelima bagi Chile setelah sebelumnya di tahun 1955, 1956, 1979, dan 1987. Tapi di empat kesempatan tersebut, Chile harus puas menjadi runner-up. Chile kini tinggal menunggu pemenang dari laga antara Argentina dan Paraguay yang dimainkan di Estadio Municipal de Concepcion, Rabu (1/7).
Argentina yang digadang-gadang sebagai kandidat juara, justru menunjukkan performa yang kurang memenuhi ekspektasi. Dipenuhi pemain-pemain depan top semacam Lionel Messi, Sergio Aguero, Angel Di Maria, Gonzalo Higuain, dan lain-lain, Argentina masih saja seret gol.
“Jelas bahwa kami memiliki masalah dengan penyelesaian kami,” ungkap Pelatih Argrntina, Tata Martino. “Tidak hanya di babak kedua saat melawan Paraguay, tapi dalam fase-fase di pertandingan melawan Uruguay dan terutama melawan Jamaika.”
“Ada nilai merah dalam penyelesaian kami. Itu adalah sesuatu hal yang kami akan tingkatkan,” tambahnya.
Di sisi lain Paraguay akan kembali menghadapi Argentina di semifinal Copa America. Ini akan jadi pertemuan kedua di antara kedua tim setelah sebelumnya berduel di fase grup. Belajar dari pertemuan sebelumnya di fase grup, Paraguay tak akan cuma main bertahan, mengingat ketertinggalan 2-0 saat bermain terlalu bertahan dibabak pertama.
Paraguay yang kemudian mengubah permainannya di babak kedua. Tampil lebih berani dalam menyerang, Paraguay akhirnya bisa mencetak dua gol penyeimbang hingga akhir pertandingan skor bertahan 2-2.
“Kami sudah mempelajari bahwa kami tidak boleh bermain dengan merapatkan barisan belakang melawan Argentina. Kami harus keluar menyerang,” ujar pelatih Paraguay, Ramon Diaz.
“Ini akan berbeda. Kami tahu bahwa jika kami membuat kesalahan, kami bisa gagal ke final. Kami mengevaluasi semuanya yang sudah kami lakukan di Copa America. Bagi kami, ini adalah ujian penting, baik karakter maupun determinasi.”
“Kami tahu apa yang kami inginkan, kami tahu bagaimana kami ingin bermain, kami tahu siapa lawan kami. Tapi saya punya keyakinan besar terhadap tim ini. Kami punya pemain-pemain berpengalaman dan bagi saya, kami akan memainkan laga luar biasa,” katanya. (gbi/dts)
- See more at: http://www.globalindo.co/2015/06/30/chile-menunggu-argentina-atau-paraguay-di-final-copa-america-2015/#sthash.tkKr9iyy.dpuf
View

Related

SPORT 5120701435336008207

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item