Batu Akik Titik Soeharto Jadi Perhatian Pengunjung


JAKARTA, BLOKBERITA —  Cincin batu akik milik Titiek Hediati Hariadi atau Titiek Soeharto menjadi batu cincin yang paling menjadi perhatian dalam pameran akik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2015). Lafal Allah yang samar-sama terlihat di permukaan batu akik itulah yang menjadi daya tariknya.

Dalam deskripsi yang tertulis di sampingnya, batu akik ini berjenis kaladen. Batu itu berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta.

Jika dilihat sepintas, permukaan batu akik itu berwarna kuning kecoklatan. Namun, jika dilihat secara saksama, di bagian tengahnya terdapat corak warna putih yang membentuk lafal Allah dalam bahasa Arab.

Para pengunjung pun terlihat antusias mengamati batu akik milik anggota Fraksi Partai Golkar ini, meski harus bergantian dan berdesakan dengan para pengunjung lainnya.

Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan Sekjen DPR Winantuningtyastiti juga tertarik dengan cincin akik milik putri Soeharto itu. Mereka mengamati batu akik di cincin tersebut sambil berbincang cukup lama.

Cincin lain yang menjadi perhatian pengunjung adalah koleksi Fadli Zon. Kali ini, bukan karena motifnya yang unik, melainkan ukurannya yang tak biasa. Cincin ini memiliki berat 7 kg dengan tinggi sekitar 40 sentimeter. Batu akik ini juga baru saja mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia.

Fadli mengatakan, saat ini akik sudah menjadi fenomena khusus bagi masyarakat Indonesia. Pameran akik ini digelar di DPR untuk mendukung agar batu akik semakin berkembang hingga menjadi identitas nasional serta menjadi bisnis baru masyarakat.

" Kami harap batu akik ini bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi kita yang saat ini sedang melemah," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Titik Soeharto Ungkap Batu Akik Berlafal Allah

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Titiek Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, memajang cincin batu akik bermotif lafal Allah dalam pameran batu akik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Cincin itu pun langsung mengundang perhatian pengunjung yang hadir, termasuk Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Lalu, berapa harga cincin tersebut ?

Titiek Soeharto rupanya enggan mengungkapkan harga cincin berjenis kaladen itu. Titiek hanya menjelaskan bahwa dia mendapatkan batu akik tersebut dengan harga yang cukup murah. Lafal Allah yang terdapat di batu itu tak lantas membuat harganya menjadi selangit.

" Harganya murah deh pokoknya. Kalau di daerah kan masih murah, tidak seperti di sini," kata Titiek kepada Kompas.com, Senin malam.

Titiek bercerita, dia mendapatkan batu bercorak coklat kekuningan itu saat berkunjung ke pameran batu akik di Gunung Kidul, Jawa Tengah, sekitar setahun lalu. Dari ratusan batu yang dipajang, dia pun menemukan batu tersebut.

" Mungkin karena jodoh ya, jadi dapat aja," ujar Titiek.

Titiek mengaku bukan baru-baru ini saja mengoleksi batu akik, tetapi sudah sejak dulu. Di antara batu akik koleksinya terdapat juga batu akik dari peninggalan Soeharto.

" Ini saya pakai batu dari Bapak," kata Titiek sambil menunjukkan batu kecil bercorak kuning di jari manisnya.



Cara Membedakan Batu Akik Asli atau Palsu

Maraknya batu akik membuat para pembeli waswas ketika memilih sebelum membelinya. Bagi para pemula, apa saja yang harus diperhatikan ?

Batu akik booming pada awal tahun 2015, membuat para penjual batu akik meraup keuntungan yang besar. Sementara itu, tidak mengherankan juga jika banyak "batu masakan" mulai masuk ke dalam pasar batu akik. Bagi pemula, mungkin akan menjadi hal yang sangat membingungkan untuk membedakan batu akik asli dengan batu akik masakan. Akan tetapi, dengan sedikit pengetahuan dan kesabaran, Anda pasti bisa membedakannya.

Untuk melihat keaslian dan kualitas batu akik, biasanya para pembeli akan membawa senter. Ini adalah hal yang paling dasar untuk melihat keaslian dan kualitas batu akik. Batu akik asli ketika disenter akan terlihat adaya serat-serat. Serat-serat ini jugalah yang menentukan harga dan kualitas batu akik. Batu akik masakan tidak akan memiliki serat, dan akan terlihat jernih sekali ketika disenter. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan pada batu-batu yang jernih dan tembus pandang seperti bacan dan pandan. Batu alami pasti memiliki serat-serat natural dan unik, berbeda dengan buatan manusia.
kompas.com/Callista.o.Lembing Batu-Batu akik di JGC.
" Pokoknya untuk pemula lihat saja di bawah cahaya apa ada serat atau tidak. Jika teralu bersih, biasanya sudah pasti batu masakan, atau coba tempel ke kulit atau pipi. Jika dingin, maka batu akik asli. Saya sarankan bawa teman yang mengerti batu akik jadi bisa menjelaskan," kata Hendri, seorang pembeli batu akik.

Anda juga bisa mencoba meneteskan air ke atas batu, apabila tetesan tersebut menetap, maka batu akik tersebut sudah pasti asli. Hal pembeda lainnya adalah berat. Batu akik asli dan kaca bisa terasa berbeda beratnya. Akan tetapi, jika Anda baru mulai tertarik dengan batu akik, maka hal ini akan sulit dirasakan. Pembeli batu akik senior biasanya sudah langsung tahu hanya dengan melihat dan memegangnya.

" Memilih batu akik harus bersabar. Jika tidak, Anda akan cepat tertipu. Pertama-tama, harus mengerti tentang batu yang diinginkan, contohnya bacan. Sebelum beli, cari tahu dulu saja tentang batu bacan, tentang warna, harga, dan kualitas. Jangan langsung datang, lihat batu bacan, lalu nanti ditipu. Paling gampang, buka internet dan cari tahu tentang batu akik," ujar Endang, salah seorang penjual batu akik di Jakarta Gems Center (JGC), Rawa Bening, Jakarta Timur.

[ bmw / kmps ]
View

Related

SASTRA DAN BUDAYA 6277062731002526696

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item