Ramai-Ramai Pedagang Akik 'Serbu' Konggres PD di Surabaya

SURABAYA, BLOKBERITA -- Pelaksanaan Kongres IV Partai Demokrat di Shangrilla Hotel, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, tak disia-siakan para pedagang batu akik. Mereka memanfaatkan acara partai politik (Parpol) itu untuk menjajakan dagangannya.

Hari ini, para penjual batu mulia serentak mendatangi lokasi pelaksanaan kongres Partai Demokrat itu. Dari pantauan di lokasi, puluhan penjual batu akik ini menyebar di beberapa penjuru area kongres.

Di antaranya, pintu masuk sebelah barat, pintu masuk sebelah timur, di sekitar tenda dan area parkiran. Alhasil, kongres IV Partai Demokrat mirip pasar batu akik, karena banyaknya pedagang akik yang mengais rejeki.  

Para pedagang akik ini lebih banyak yang menjual batu bongkahan dari berbagai jenis. Mulai batu Oval, Giok Aceh, Kalimaya, Pancawarna, Belimbing Aceh hingga Black Jack juga tersedia di kawasan tersebut.

Abdul, salah satu pedagang asal Padang, Sumatera Barat mengaku, datang ke area kongres ini tidak sendiri. " Datang kemarin malam dan menginap di dekat sini ramai-ramai bersama teman-teman," ujar pria yang akrab disapa Dul di area Kongres IV Partai Demokrat, Surabaya, Senin (11/5/2015).

Sejumlah bongkahan batu ini dijual dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran batu dan jenisnya. Ia mencontoh, Black Jack sebesar genggaman orang dewasa ini dijual dengan harga Rp250 ribu. Untuk jenis Belimbing Aceh ini, juga dihargai Rp100 ribu dengan besar separuh dari Black Jack.  


Karena banyaknya pedagang akik di lokasi tersebut, Dul juga tak segan-segan banting harga. Sejumlah bongkahan batu akik ini, sebagian dibeli dan beberapa bagian memang menambang sendiri.

Dul juga mengaku lebih memilih menjual bongkahan karena banyak peminatnya. Karena para pecinta batu akik bisa melihat keaslian batu. "Kalau beli jadi ragu. Kadang-kadang banyak yang sintentis," ujarnya.

Dul bersama sejumlah rekan lainnya berencana akan berada di lokasi hingga kongres usai. "Ya nanti sampai usai. Saat ini kan belum banyak yang datang. Mudah-mudahan laris karena batu akik memang booming," ujarnya.

Sementara itu, di area kongres saat ini sedang dilakukan persiapan. Sejumlah tenda juga sudah didirikan di depan hotel Shangrilla. Beberapa petugas terlihat sibuk untuk menyiapkan lokasi. Agenda hari ini, adalah registrasi peserta Kongres IV Partai Demokrat. Sedangkan, pembukaan Kongres direncanakan akan berlangsung pada Selasa 12 Mei 2015.

[ bmw / sidonews ]
 RABAYA - Pelaksanaan Kongres IV Partai Demokrat di Shangrilla Hotel, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, tak disia-siakan para pedagang batu akik. Mereka memanfaatkan acara partai politik (Parpol) itu untuk menjajakan dagangannya.

Hari ini, para penjual batu mulia serentak mendatangi lokasi pelaksanaan kongres Partai Demokrat itu. Dari pantauan di lokasi, puluhan penjual batu akik ini menyebar di beberapa penjuru area kongres.

Di antaranya, pintu masuk sebelah barat, pintu masuk sebelah timur, di sekitar tenda dan area parkiran. Alhasil, kongres IV Partai Demokrat mirip pasar batu akik, karena banyaknya pedagang akik yang mengais rejeki.

Para pedagang akik ini lebih banyak yang menjual batu bongkahan dari berbagai jenis. Mulai batu Oval, Giok Aceh, Kalimaya, Pancawarna, Belimbing Aceh hingga Black Jack juga tersedia di kawasan tersebut.

Abdul, salah satu pedagang asal Padang, Sumatera Barat mengaku, datang ke area kongres ini tidak sendiri. "Datang kemarin malam dan menginap di dekat sini ramai-ramai bersama teman-teman," ujar pria yang akrab disapa Dul di area Kongres IV Partai Demokrat, Surabaya, Senin (11/5/2015).

Sejumlah bongkahan batu ini dijual dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran batu dan jenisnya. Ia mencontoh, Black Jack sebesar genggaman orang dewasa ini dijual dengan harga Rp250 ribu. Untuk jenis Belimbing Aceh ini, juga dihargai Rp100 ribu dengan besar separuh dari Black Jack.

Karena banyaknya pedagang akik di lokasi tersebut, Dul juga tak segan-segan banting harga. Sejumlah bongkahan batu akik ini, sebagian dibeli dan beberapa bagian memang menambang sendiri.

Dul juga mengaku lebih memilih menjual bongkahan karena banyak peminatnya. Karena para pecinta batu akik bisa melihat keaslian batu. "Kalau beli jadi ragu. Kadang-kadang banyak yang sintentis," ujarnya.

Dul bersama sejumlah rekan lainnya berencana akan berada di lokasi hingga kongres usai. "Ya nanti sampai usai. Saat ini kan belum banyak yang datang. Mudah-mudahan laris karena batu akik memang booming," ujarnya.

Sementara itu, di area kongres saat ini sedang dilakukan persiapan. Sejumlah tenda juga sudah didirikan di depan hotel Shangrilla. Beberapa petugas terlihat sibuk untuk menyiapkan lokasi. Agenda hari ini, adalah registrasi peserta Kongres IV Partai Demokrat. Sedangkan, pembukaan Kongres direncanakan akan berlangsung pada Selasa 12 Mei 2015. (ico)


source: http://nasional.sindonews.com/read/999971/12/kongres-partai-demokrat-dikepung-pedagang-akik-1431343334
SURABAYA - Pelaksanaan Kongres IV Partai Demokrat di Shangrilla Hotel, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, tak disia-siakan para pedagang batu akik. Mereka memanfaatkan acara partai politik (Parpol) itu untuk menjajakan dagangannya.

Hari ini, para penjual batu mulia serentak mendatangi lokasi pelaksanaan kongres Partai Demokrat itu. Dari pantauan di lokasi, puluhan penjual batu akik ini menyebar di beberapa penjuru area kongres.

Di antaranya, pintu masuk sebelah barat, pintu masuk sebelah timur, di sekitar tenda dan area parkiran. Alhasil, kongres IV Partai Demokrat mirip pasar batu akik, karena banyaknya pedagang akik yang mengais rejeki.

Para pedagang akik ini lebih banyak yang menjual batu bongkahan dari berbagai jenis. Mulai batu Oval, Giok Aceh, Kalimaya, Pancawarna, Belimbing Aceh hingga Black Jack juga tersedia di kawasan tersebut.

Abdul, salah satu pedagang asal Padang, Sumatera Barat mengaku, datang ke area kongres ini tidak sendiri. "Datang kemarin malam dan menginap di dekat sini ramai-ramai bersama teman-teman," ujar pria yang akrab disapa Dul di area Kongres IV Partai Demokrat, Surabaya, Senin (11/5/2015).

Sejumlah bongkahan batu ini dijual dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran batu dan jenisnya. Ia mencontoh, Black Jack sebesar genggaman orang dewasa ini dijual dengan harga Rp250 ribu. Untuk jenis Belimbing Aceh ini, juga dihargai Rp100 ribu dengan besar separuh dari Black Jack.

Karena banyaknya pedagang akik di lokasi tersebut, Dul juga tak segan-segan banting harga. Sejumlah bongkahan batu akik ini, sebagian dibeli dan beberapa bagian memang menambang sendiri.

Dul juga mengaku lebih memilih menjual bongkahan karena banyak peminatnya. Karena para pecinta batu akik bisa melihat keaslian batu. "Kalau beli jadi ragu. Kadang-kadang banyak yang sintentis," ujarnya.

Dul bersama sejumlah rekan lainnya berencana akan berada di lokasi hingga kongres usai. "Ya nanti sampai usai. Saat ini kan belum banyak yang datang. Mudah-mudahan laris karena batu akik memang booming," ujarnya.

Sementara itu, di area kongres saat ini sedang dilakukan persiapan. Sejumlah tenda juga sudah didirikan di depan hotel Shangrilla. Beberapa petugas terlihat sibuk untuk menyiapkan lokasi. Agenda hari ini, adalah registrasi peserta Kongres IV Partai Demokrat. Sedangkan, pembukaan Kongres direncanakan akan berlangsung pada Selasa 12 Mei 2015. (ico)


source: http://nasional.sindonews.com/read/999971/12/kongres-partai-demokrat-dikepung-pedagang-akik-1431343334
View

Related

REGIONAL 7876583414486523679

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item