Muslim Burma Dipaksa Bersujud Kalau Ingin Hidup

MIKTALA, BLOKBERITA – Kejahatan model baru terhadap kaum muslimin yang dilakukan oleh bhiksu Ashin Wiratu dan etnis Budha Myanmar baru-baru ini terungkap. Dengan dibantu polisi pemerintah, mereka menangkap dan memaksa warga muslim untuk bersujud kepada mereka. Jika menolak, nyawa taruhannya.

Seorang saksi mata muslimah di kota Miktala yang terletak di pusat Burma menuturkan kepada saluran berita televisi ‘DVB’, “Massa yang terdiri dari biksu dan etnis Budha meminta kami untuk bersujud kepada mereka, dan kami bersama warga muslim lainnya menolak karena kami tidak akan bersujud kecuali hanya kepada Rab Ka’bah. Kemudian polisi datang dan meminta mereka agar tidak membunuh kami. Setelah itu mereka memaksa kami untuk sujud kepada biksu-biksu yang berada dalam kerumunan massa tersebut. Itulah sebabnya kami masih hidup sampai saat ini” tuturnya sebagaimana dilansir ahararpress.com, Selasa (23/4/2013).

Saksi mata yang lain mengaakan, “Kami dipaksa untuk mematikan lampu-lampu rumah warga dengan menundukkan kepala sebagai penghormatan kepada biksu-biksu yang ikut serta dalam kerumunan massa. Akan tetapi, massa yang lain datang dan menyerang kami. Saya melihat teman-temanku dibantai tepat di dapanku. Salah seorang temanku bernama Abu Bakar diseret menjauh dariku. Ia dipukuli kemudian dibakar hidup-hidup. Dengan penuh kebencian, salah satu dari mereka menusuk jasad Abu Bakar yang gosong dengan pedang” tuturnya.

Gambar : Seorang Muslim Myanmar dibakar dan orang-orang disekelilingnya hanya melihat saja.

Sementara itu, kantor berita Inggris ‘BBC’ juga mengungkap pembantaian yang sistematis terhadap warga muslim di Burma malalui sebuah rekaman video. Video itu memperlihatkan penyerangan yang dilakukan etnis Budha terhadap warga Muslim di kota Miktala.

Salah satu wartawan BBC mengatakan, kejadian penyerangan warga muslim yang terekam kamera tersebut terjadi di kota Miktala, wilayah Mandala. Video itu  menayangkan sekumpulan etnis Budha sedang menghancurkan sebuah toko perhiasan dan membakar rumah-rumah milik warga muslim.

Dalam loporan terkait, patroli polisi Burma menyerbu desa Ghodusra dengan untuk memburu para da’i dan penghafal Al Qur’an. Mereka berhasil menangkap sebagiannya dan meminta uang tebusan jika ingin bebas.

Organisasi-organisasi Islam telah berusaha membuka kantor perwakilan di Burma untuk mengatasi penindasan terhadap ummat muslim Burma sejak setahun lalu. Namun, biksu-biksu dan etnis Budha berunjuk rasa menentang berdirinya kantor organisasi-organisasi Islam di Burma.  Sehingga hal itu dijadikan alasan pemerintah Burma untuk menolak pendirian kantor-kantor tersebut.

[ an-najjahnet ]
View

Related

GLOBAL 4323977386936613965

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item