Inilah Pesawat R80 Buah Karya Anak Bangsa yang Bakal Merajai Angkasa Raya

BLOKBERITA -- Mantan presiden ke-3 RI, BJ Habibie dalam usia 78 tahun kembali ingin membuat PT. Dirgantara Indonesia bangkit. Salah satunya adalah dengan melanjutkan kembali proyek pembuatan pesawat yang pernah tertunda karena terkena dampak krisis moneter 1998.

Pesawat baru besutan Habibie diberi nama Regio Prop 80 (R80) yang merupakan penerus pesawat N250 yang pernah terhenti akibat krisis monter. Pesawat R80 diklaim menggunakan teknologi yang lebih efisien dan canggih, baik dari segi desain dan mesin. 
Dikembangkan oleh PT Ragio Aviasi Industri (RAI), perusahaan perancang pesawat terbang komersil milik Habibie. Pada 2018 pesawat ini sudah siap diproduksi dan didaftarkan sertifikat layak terbang. 



Untuk mengetahui kehebatan pesawat R80, dibawah ini adalah ulasan fakta-fakta menarik pesawat R80 seperti yang dilansir Dream.co.id;

1. Bentuk badan pesawat yang lebih besar
Beda dengan N250, setelah dimodifikasi, badannya dibuat lebih besar dengan kapasitas lebih banyak, yaitu sekitar 80-90 kursi.

2. Ekonomis dan Murah
Pesawat R80 lebih ekonomis, harga dan biaya pemeliharaan lebih murah, dan irit bahan bakar karena merupakan pesawat terbang yang menggunakan baling-baling (turboprop). Pesawat ini dapat dikendalikan secara elektronik (fly by wire). R80 memiliki perbandingan antara angin yang dingin dihasilkan dari udara di body pesawat dengan angin yang dikeluarkan pada engine di belakang pesawat lebih tinggi (Bypass ratio). 
" Saya menyampaikan bahwa Airbus atau Boeing itu bypass rationya 12, makin tinggi bypass ratio makin sedikit konsumsi bahan bakar dan lebih cepat, ini (R80) bypass rationya 40, kami perhitungkan pesawat terbang ini sasarannya lebih sedkit 30 persen (penggunaan bahan bakar)," kata Habibie 
Penggunaan Baling-baling pesawat menggunakan teknologi baru yang dapat menentukan antara angin dingin dan angin panas yang dihasilkan dari mesin. Sehingga dengan teknologi tersebut pesawat R80 buatan Habibie ini dapat melaju dengan kecepatan tinggi.

3. Cocok untuk Negara kepulauan
Yang sangat diperhitungkan Habibie adalah bentuk Negara Indonesia yang merupakan Negara kepulauan. Sehingga R80 didesain untuk rute pendek dengan jarak tempuh kurang dari 600 km dan mampu diakomodasi oleh bandara dengan landasan pendek. Dan kedepannya R-80 bisa menghubungkan pulau-pulau terpencil.

4. Sepenuhnya buatan anak bangsa
Pesawat R80 sepenuhnya dikembangkan oleh tenaga ahli anak-anak bangsa. Desainnya dikerjakan oleh 50 tenaga ahli, termasuk para ahli dari PT Dirgantara Indonesia.

5. Terbang perdana di Majalengka
Untuk peresmian Pesawat R80 akan diterbangkan perdana meresmikan bandara baru di Majalengka pada 2018, tepatnya bulan Agustus. Yang kemungkinan besar di Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

6. Telah laris dipasaran
Pesawat besutan BJ Habibie ini sudah mulai laku dipasaran. Tiga maskapai telah menandatangani LoI (Letter of Intent) untuk pembelian pesawat R80. Dan dua dari tiga maskapai yang sudah menandatangani Lol adalah Nam Air (Grup Sriwijaya) dan Kalstar Aviation.  


Itulah 6 fakta kehebatan pesawat R80. Kita harus bangga dan salut sama BJ Habibie sobat, karena ia kembali membangkitkan semangat dirgantara penerbangan Indonesia dengan pesawat buatan anak bangsa.


ilham habibie

Ilham Habibie Siap Produksi

PT Regio Aviasi Industri (RAI), PT Ilthabi Rekatama, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Eagle Capital milik BJ Habibie akan berencana untuk bersama-sama membangun pesawat komersial R80.

Ilham Habibie, sebagai Komisaris PT RAI, perusahaan rancang bangun dan subkontraktor pesawat terbang yang juga anak BJ Habibie, mengatakan, pesawat canggih ini akan diproduksi di Jabar.

Rencananya, kata Ilham, pembuatan R80 akan melibatkan PT DI dan Pemprov Jabar. Menurut Ilham, dalam pertemuan di Gedung Pakuan pada September 2014 lalu, telah dibahas komposisi saham dalam pembuatan pesawat R80 tersebut.

Namun berapa persentasenya, masih dalam pembahasan. Adapun teknisnya saham itu bisa oleh individu, perusahaan, bahkan koperasi.

Pada tahap awal, PT RAI telah mengalokasikan dana sebesar US$ 1 miliar. Setelah penandatanganan MoU, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mengerahkan sekitar 500 teknisi.

“ R80 memiliki kemampuan terbang di atas 20.000 kaki dan mempunyai kapasitas penumpang yang cukup besar,” jelas Ilham.

Biaya pembuatan pesawat canggih ini sekitar 500 ribu sampai 700 ribu dolar AS untuk engineering, prototipe, dan pengujian pesawat terbang baik di darat maupun udara,” kata Ilham di Gedung Pakuan pada Rabu (10/9/2014).

R80 akan Terbang Pada 2018

Jika tak ada aral melintang, R80 diperkirakan rampung penyelesaiannya pada tahun 2018. Rencananya, pesawat dengan 80 tempat duduk itu akan melakukan penerbangan perdana di Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Kabupaten Malajengka, pada 2018.

Di tempat yang sama, BJ Habibie mengatakan bangsa Indonesia mampu membuat pesawat terbang sendiri. Buktinya, kata Habibie, bangsa Indonesia mampu memproduksi pesawat N250 yang dapat terbang pada tahun 1995 lalu.

“ Wilayah Indonesia tidak bisa hanya dihubungkan dengan kereta api, mobil, atau kendaraan darat lainnya. Pesawat terbang sangat bermanfaat untuk kondisi geografis di Indonesia. Populasi penduduk di Indonesia sangat banyak dan wilayah Indonesia terdiri dari 17.000 pulau, tentu dibutuhkan transportasi yang bukan hanya transportasi darat. Maka dari itu, pesawat sangatlah penting,” kata Habibie.

Selain itu, kata Habibie, ia berharap PT DI dapat kembali berjaya seperti dulu. Satu-satunya cara untuk kembali berjaya, kata Habibie, adalah memproduksi pesawat terbang sendiri.

[ mrhill / bmw / freezne / dreamco / Icc / kmps / sh / bbcom ]
View

Related

IPTEK 6322497058192632795

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item