Ini Dia Penyebab Bocornya UN 2015

JAKARTA, BLOKBERITA -- Ujian Nasional (UN) 2015 yang digelar secara Online berbuntut panjang karena ditemukan adanya dugaan kebocoran, namun hal tersebut dinilai sebagai kelalaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Chairman CISSReC Pratama Persadha menyebut, penyelenggaraan UN secara Online ternyata tidak dibarengi dengan keamanan internet yang mumpuni.

“ Kita selalu menyalahkan objeknya adalah pelaku. Dia sebagai objek penyebabnya,padahal pelaku tidak melakukan apa-apa,” kata Pratama di Jakarta, Jumat (24/4/2015).



Bocornya kunci jawaban di Google Drive, dinilai Pratama sebagai cara untuk mengamankan atau mengantisipasi kehilangan kunci jawaban UN.

“ Pelaku mungkin tidak sengaja mengunggah hal tersebut, namun setelah dilepas di Google Drive yang milik publik, maka semua orang bisa mengaksesnya,” tuturnya.

Pemerintah seharusnya bisa lebih menjaga dokumen rahasia tersebut dengan menggunakan enkripsi.

“ Enkripsi bisa menghasilkan kunci jawaban secara acak dan tanpa menggunakan kunci jawaban yang telah disepakati, dokumen tersebut tetap percuma. Dari awal, Kemendikbud ingin secara Online, namun tidak dibarengi dengan enkripsi. Meski berhasil dicuri, enkripsi tersebut tidak bisa dibuka dan terbaca dengan mata manusia,” tuturnya.

“ Seharusnya, ada tim khusus Kemendikbud yang membuat enkripsi tersebut kemudian dikirim ke sekolah-sekolah. Hanya sekolah dan Kemendikbud yang punya akses setelah dilepas dari pusat kunci jawabannya. Saat ini yang ada justru menyalahkan percetakannya, itu keliru,” tambahnya.

[ elvin / okez / rol ]
View

Related

REGIONAL 6499408768782956160

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item