IHSG Bulan April 2015 Menjadi Prestasi Terburuk Sejak Oktober 2014


JAKARTA, BLOKBERITA -- Pergerakan IHSG sepanjang bulan April terpantau bergerak mengalami tekanan yang sangat kuat, dan secara bulanan merupakan prestasi perdagangan bulanan terburuk sejak 6 bulan terakhir.
IHSG sepanjang April terjungkal 8.4% ke level 5,086.43. Secara sektoral pada bulan April tercatat sektor aneka industri terjungkal paling dalam sebesar 14.8 persen dan sektor keuangan juga tertekan cukup dalam sebesar 10.3 persen.
Sementara secara jumlah transaksi, pada bulan April investor domestik melakukan aksi beli sebesar 74 miliar lot saham atau senilai 61 triliun rupiah dan aksi jual sebanyak 73 miliar lot saham senilai 54.8 triliun rupiah. Sementara untuk investor asing melakukan aksi beli sebanyak 12.8 miliar lot saham senilai 34.2 triliun rupiah dan aksi jual sebanyak 14.4 miliar lot saham senilai 41.06 triliun rupiah. Pada bulan April investor asing mencatatkan net sell mencapai 7 triliun rupiah.
 april

Tekanan IHSG sepanjang bulan April juga menekan saham- saham unggulan antara lain :

emiten april

Adapun sentimen fundamental yang mempengaruhi pergerakan IHSG sepanjang bulan April antara lain :
  • IHSG mewaspadai sentimen negatif kekhawatiran dampak jangka pendek dari penguatan Dollar AS yang juga menekan rupiah ke level terendahnya dalam 10 tahun terakhir sehingga laju IHSG mulai berbalik melemah setelah menyentuh level tertingginya atau all time high. Namun IHSG dapat tertolong oleh mulai adanya net buy asing yang akan menopang pergerakan IHSG.
  • IHSG sempat melemah imbas adanya koreksi tajam pada bursa global jelang penantian data ekonomi untuk kuartal I tahun 2015 serta potensi menutup gap penguatan pada perdagangan sebelumnya. Investor juga masih dalam posisi wait and see menanti perkembangan laporan kinerja emiten untuk awal tahun serta rilis beberapa data makroekonomi
  • Sepanjang Maret 2015 terjadi inflasi atau kenaikan rata-rata harga barang dan jasa sebesar 0,17 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (YoY) sebesar 6,38 persen.
  • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) pada level 7,5 persen dengan suku bunga landing facility dan deposit facility masing-masing tetap sebesar 5,5 persen dan 8,0 persen.
  • Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya berkisar pada 5,2-5,5%. Lebih rendah dari proyeksi pemerintah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2015, yaitu 5,7%.
  • Badan Pusat Statistik melaporkan aktivitas perdagangan internasional Indonesia sepanjang Maret menghasilkan surplus US$1.130 juta atau naik signfikan 53% dari surplus US$738,30 juta pada Februari. Kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan capaian yang jauh lebih baik dari estimasi ekonom yang berada pada US$589 juta.
  • People’s Bank of China (PBOC) kemarin menurunkan rasio kecukupan modal perbankan sebesar 1% menjadi 18,5%. Ini merupakan pemangkasan terbesar sejak 2008, pertanda bank sentral meningkatkan upaya mengatasi perlambatan ekonomi. Langkah tersebut, yang memberi ruang agar perbankan bisa menggenjot kredit, melepas likuiditas hingga 1,2 triliun yuan.
  • Dari global, sentimen yang mempengaruhi gerak IHSG adalah pelemahan euro. Selain itu hasil earning season kuartal I/2015 beberapa emiten di Eropa yang lebih baik dari estimasi. Euro tertekan imbas kekhawatiran ECB tentang nasib Yunani karena harus membayar utang kepada IMF sebesar 1 miliar dollar AS yang akan jatuh tempo pada Mei mendatang.
  • Pada perdagangan pekan terakhir di bulan April, sentimen pasar terutama akan digerakkan oleh rilis kinerja emiten kuartal I-2015. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang terbatas cenderung terkoreksi menyusul kinerja emiten kuartal I-2015 sejumlah emiten unggulan akan di bawah ekspketasi. dan pergerakan rupiah yang kembali melemah atas dolar AS.
  • IHSG juga saat ini dinilai telah masuk dalam jenuh beli ditengah belum maksimalnya belanja infrastruktur pemerintah. Investor asing menunggu realisasi pemerintah Indonesia untuk membangun infrastruktur. Sentimen tersebut diharapkan dapat mengimbangi sentimen negatif dari rilis kinerja emiten di kuartal I 2015. Ada sejumlah proyek infrastruktur yang sedang ditunggu investor asing. Proyek infrastruktur itu mulai dari proyek BATAN, jalan tol, pembangkit listrik, bandara, dan pelabuhan. 
 [ bazz / vibisnet / bisnis / bbcom ]
View

Related

BURSA 159869348157841002

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item