Ditanya Konflik Perpecahan Golkar, Tommy Soeharto Sewot

 

 JAKARTA, BLOKBERITA -- Hutomo Mandala Putra ( Tommy Soeharto) enggan komentar seputar kisruh internal Partai Golkar yang kini terbelah dua kubu (Ical dan Agung) belum berujung kelar hingga kini. Padahal, menurut kakaknya, Titiek Soeharto, adik bungsunya itu berniat maju menjadi calon ketua umum partai beringin jika digelar Munas Luar Biasa.

" Sudah yah saya gak mau bahas," ujar Tommy, sambil berlalu, usai menghadiri acara HUT Kopassus, di Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (29/4).

Tommy, yang tampil berkacamata hitam, juga sempat mengeluarkan nada tinggi ketika dicecar pertanyaan yang sama. " Sudah akh, saya mau pulang," ujar Tommy sewot.

Tak puas dengan jawaban tersebut, awak media pun terus mengikuti Tommy hingga masuk ke mobil. Namun jawaban serupa tetap keluar dari mulut mantan calon ketua umum Golkar di Munas 2009 ini.

" Sudah yah, nanti saja. Terima kasih yah," tutup Tommy.

Seperti diberitakan, kisruh kepengurusan DPP Partai Golkar dimanfaatkan oleh anak-anak Soeharto. Diam-diam, trah penguasa Orde Baru itu melakukan manuver politik di tengah kisruh partai beringin.

Si bungsu Tommy Soeharto dan kakaknya, Titiek Soeharto, telah mengundang Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) ke kantor mereka di gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan.

Mereka yang hadir di antaranya Ketua Umum Aburizal Bakrie, Ketua Fraksi Golkar DPR, Ade Komarudin dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung.

Dalam pertemuan itu, Tommy menyodorkan usul agar digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Hal itu menurutnya bakal menyudahi kisruh Golkar agar tak berkepanjangan.

Lewat Munaslub, akan dihasilkan pelaksana tugas yang diambil dari dua kubu. Di situ, Tommy juga akan mengajukan diri sebagai calon ketua umum.

" Kader di daerah-daerah yang lama-lama (minta) jadi ini deh keluarga Pak Harto aja yang ambil alih. Ada suara-suara seperti itu," kata Titiek di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/4).

Putri Soeharto ini membenarkan, adiknya memang ingin maju sebagai ketua umum Golkar. Hal ini didasari atas keprihatinan dari keluarga Cendana melihat perpecahan yang semakin bergejolak.

" Kan kami dari keluarga ini prihatin, kok Golkar berkiprah begitu besar, begitu lama. Kami ini kan sebenarnya saudara, teman lama. Cuma karena ada yang nunggangin, memanfaatkan konflik Golkar untuk kepentingan seseorang," ucapnya.
View

Related

POLITIK 1480440199117573494

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item