Bocorkan Teknologi Rahasia Amerika ke Tiongkok, Profesor Fisika Dipidanakan

PHILADELPHIA, BLOKBERITA -- Ketua jurusan fisika Universitas Temple, AS, Profesor Xi Xiaoxing menghadapi dakwaan pembocoran teknologi rahasia.

Jaksa federal Amerika telah menuduh pejabat di Universitas Temple, Philadelphia, negara bagian Pennsylvania, AS, itu terkait dugaan telah membocorkan teknologi rahasia kepada Pemerintah Tiongkok.

Xi Xiaoxing, warga negara Amerika lewat naturalisasi yang dilahirkan di Tiongkok, kini menghadapi beberapa dakwaan terkait penipuan elektronik.

Jaksa menuduh ilmuwan yang berusia 47 tahun itu mencari jabatan prestisius di Tiongkok, dengan imbalan memberi data-data teknologi elektronik yang diciptakan oleh perusahaan Amerika.

Xi bekerja di perusahaan Amerika ketika cuti tahunan 2002. Perusahaan itu mengembangkan alat superkonduktor film tipis yang berisi magnesium diboride.

Tahun 2004, Xi mendapat bantuan dana dari Departemen Pertahanan Amerika untuk membeli peralatan riset, tetapi jaksa AS menuduh Xi telah menggunakannya untuk kepentingan pihak ketiga di Tiongkok, termasuk lembaga pemerintah.

Jika dinyatakan bersalah, Xi bisa diancam hukuman sampai 80 tahun penjara dan denda satu juta dollar AS.

Sebelumnya, minggu ini, Departemen Kehakiman Amerika menuduh enam warga negara Tiongkok melakukan mata-mata ekonomi dan mencuri rahasia perdagangan yang diduga dengan mengakses teknologi rahasia Amerika dan menyebarkannya dengan universitas serta perusahaan-perusahaan yang dikuasai Pemerintah Tiongkok.


Mantan Enginer Boeing juga Ditangkap

Pihak berwenang federal AS juga menangkap seorang mantan insinyur Boeing yang dituduh membocorkan teknologi ke China. Ia ditengarai menjual informasi tentang teknologi yang digunakan dalam program antariksa, termasuk pada wahana ruang angkasa maupun roket Delta 4.

Agen FBI menangkap Dongfan "Greg" Chung, demikian nama orang tersebut, di rumahnya wilayah Orange, California tanpa insiden, Senin (11/2). Sebelumnya, pria berusia 72 tahun itu telah dituntut delapan pasal terkait kegiatan spionase (mata-mata).

" Chung dituduh mencuri teknologi rahasia yang dikembangkan selama beberapa tahun oleh para insinyur yang disumpah untuk melindungi produknya karena hal tersebut akan dianggap rahasia dagang," ujar pengacara AS Thomas P O'Brien.

Chung adalah keturunan asli China yang telah melakukan naturalisasi sebagai waraga negara AS. Ia bekerja di Rockwell International sejak tahun 1973 sebelum unit usaha pertahanan dan antariksa diakusisi Boeing tahun 1996. Chung keluar dari Boeing tahun 2002, namun tetap bekerja sebagai kontraktor pada program pesawat Beoing di Huntongton Beach, California sampai September 2006.  

Hasil investigasi FBI dan NASA menunjukkan bahwa Chung telah melakukan tindakan mata-mata sejak bekerja di program antariksa. Ia awalnya mendapat surat dari seseorang di industri penerbangan China pada tahun 1979 yang meminta informasi spesifik teknologi pesawat ruang angkasa, militer, maupun komersial.

Dalam suart balasannya, Chung bersedia membantu perkembangan industri antariksa di negara asalnya. Chung sempat mengirimkan manual-manual teknik yang dikumpulkannya sendiri termasuk 24 dokumen rahasia milik perusahaan.

Salah satunya tentang pesawat pengebom B1. Ia juga mengirimkan spesifikasi teknologi antena yang digunakan pada pengembangan lanjut wahana ulang alik AS di pertengahan 1990-an dan deskripsi rinci proses pengisian bahan bakar pada roket Delta 4.

Bahkan, Chung sempat melakukan korespondensi dengan pejabat pemerintah China tentang cara pengiriman dokumen-dokumen tersebut agar aman. Antara lain melalui istrinya yang berprofesi sebagai seorang artis.

" Pengungkapan informasi ke luar seperti kepada (Pemerintah Republik Rakyat China) akan membahayakan kemanan nasional kami," tandas O'Brien.

[ bmw / kmps ]

View

Related

GLOBAL 7508382941805430395

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item