BPJS-KT Sosialisasi Masif “Brand Awareness” di Jakarta Selatan



JAKARTA, BLOKBERITA -- Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Kacab BPJS) Ketenagakerjaan Jakarta-Sudirman untuk ke-3 (tiga) kalinya menggelar Sosialisasi Masif “Kampanye Tanya Saya” di mall ITC Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), Bulan lalu Kacab BPJS-KT (Ketenagakerjaan) Jakarta-Sudirman telah menggelar Sosialisasi Masif ini di kegiatan Car Free Day sepanjang Jalan MH Thamrin hingga ke Jalan Jenderal Sudirman, Jaksel.

Kepala Kantor Cabang (Ka Kacab) BPJS-KT (Ketenagakerjaan) Jakarta-Sudirman Sri Surastono mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk menyampaikan Brand Awareness (pemahaman terhadap lembaga BPJS Ketenagakerjaan dan program-programnya)  dari masyarakat tenaga kerja dan khalayak ramai.

“ Selama ini memamg kalau dalam istilah penyiaran itu, ratting (tingkat) masih rendah pemahaman masyarakat terhadap BPJS-KT (Ketenagakerjaan).  Oleh karena itu, sesuai kebijakan Direksi, Kacab BPJS Ketenagakerjaan Jakarta-Sudirman melakukan Sosialisasi Masif agar masyarakat, khususnya masyarakat tenaga kerja dan pemberi kerja aware (paham dan mengetahui) terhadap branding BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Sri Surastono kepada wartawan, saat ditemui di sela-sela acara Sosialisasi Masif “Kampanye Tanya Saya” yang digelar oleh Kacab BPJS Ketenagakerjaan Jakarta-Sudirman di lantai dasar mall ITC Kuningan, Jaksel, Minggu lalu.

Kacab BPJS Ketenagakerjaan Jakarta-Sudirman diberi tanggungjawab untuk membuka Kantor Cabang Perintis (KCP) mandiri yang berlokasi di mall ITC Kuningan, Jaksel.

“ Wacananya KCP ini akan diluncurkan atau di-launching paling lambat bulan Juni 2015. Kenapa di ITC Kuningan, Jaksel ini didirikan? Karena banyak sekali tenant (penyewa ruang stand atau toko) dari mall ITC Kuningan, Jaksel, memekerjakan tenaga kerja. Ini sangat tidak pas kalau tenaga kerja yang bekerja ditenant-tenant  tidak dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

“ Target kita, secara kuantitatif, ada 2700 tenant yang ada di ITC Kuningan, Jaksel, ditambah yang ada di Mall Ambasor, Jaksel, 2300 tenant, jadi totalnya kurang lebih ada 6000 tenant. Untuk itu, kita harus hadir di mall ini,” katanya.

Belum lagi, imbuhnya, Kacab BPJS Ketenagakerjaan Jakarta-Sudirman juga menargetkan kepesertaan dari tenant yang ada di Mall Ciputra World, Jakarta. “ Mall Ciputra World ini juga masih masuk dalam target kita karena potensi wilayah kita,” ungkapnya.

“ BPJS Ketenagakerjaan ingin betul-betul menyatu dengan masyarakat tenaga kerja dan pemberi kerja, dan kita ingin mereka mengetahui, bahwa program-program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan ini betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga program BPJS Ketenagakerjaan dan keberadaannya ini menjadi suatu kebutuhan, bukan lagi karena wajib atau paksaan, atau karena adanya Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, dan bukan lagi karena adanya arahan-arahan dari pada stakeholders (instansi terkait),” ungkapnya.

Ia mengharapkan, muncul keinginan dari pemberi kerja dan tenaga kerja menjadi sebuah kebutuhan terhadap BPJS Ketenagakerjaan, sehingga seluruh masyarakat tenaga kerja dan pemberi kerja bisa dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan melalui program-programnya. 

“ Karena program BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan jejaring sosial, bahwa yang namanya potensi kemiskinan, pencegahan kemiskinan, itu bisa diselesaikan dengan mengikuti program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. Coba kita bayangkan, orang bekerja yang selama ini menghidupi atau menjadi tulang punggung dalam sebuah rumah tangga hingga menghidupi lima jiwa dalam satu rumah tangga, kalau si tulang punggung keluarga mengalami resiko sosial ekonomi, misalnya dia terkena kecelakaan kerja, lalu dia tidak bisa bekerja kembali, maka anak dan istri yang ditinggalkan, bagaimana hidupnya ke depan. Kemudian, seandaianya pun tidak terjadi resiko kecelakaan kerja selama masih bekerja, manusia itu pasti mengalami hari tua, itu sesuatu yang pasti terjadi dan dialami oleh masyarakat tenaga kerja,” paparnya.

“ Kalau tidak terjadi resiko kecelakaan kerja, dia pasti mengalami hari tua,” terang Sri.

Untuk itu, imbuhnya, di saat pekerja ini tidak lagi bekerja, sedangkan usia harapan hidup manusia di Indonesia ini berkisar 70 hingga 73 tahun, seumpamanya di usia 55 atau 56 tahun pensiun, sisa waktu hidupnya menjadi tanggungjawab siapa?

“ Maka, dengan adanya Jaminan Hari Tua (JHT), pekerja bisa dibantu untuk menanggulangi kebutuhan disisa masa hidupnya. Misalnya, dia bisa membuka usaha dengan tabungan (JHT) yang diambilnya. Kalau tabungan atau saldonya bisa besar di Program JHT, maka ia bisa membuka usaha besar. Intinya, dengan menjadi peserta JHT, kehidupan pekerja itu terjamin ke depannya, dan bisa diharapkan,” tegasnya.

“ JHT ini, BPJS Ketenagakerjaan memberikan tingkat pengembangn, kalau istilah financial / perbankan itu, adalah bunga. BPJS Ketenagakerjaan ini memberikan tingkat pengembangan di atas rata-rata bunga bank, Cukup besar, sehingga saldo JHTnya cukup menjanjikan jumlahnya, dan tidak ada biaya administrasi sepeser pun dalam pengurusan JHT ini,” paparnya.

Misalkan, kita mempunyai uang di BPJS Ketenagakerjaan  Rp 500 ribu, bagi pekerja yang sudah tidak aktif, maka otomatis tidak mengiur lagi, dan uang tersebut didiamkan, ini justru nanti akan bertambah banyak karena diberikan tingkat pengembangan setiap tahunnya. “ Kemudian, uang tersebut akan meningkat terus. Ini berbeda dengan mekanisme di perbankan, ada biaya administrasinya. BPJS Ketenagakerjaan, intinya ingin memberikan atau meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya,” jelas Tono.

Di samping itu, sambung Tono panggilan akrabnya, BPJS Ketenagakerjaan juga masih memberikan layanan tambahan, adalah pemberian pembiayaan bea siswa kepada putra dan putri peserta BPJS Ketenagakerjan,  ada Program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), masih diberikan dan digulirkan. 

“ Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan, program-programnya akan lebih bagus. Kalau nanti Peraturan Pemerintah (PP)-nya sudah keluar tentang semua program, seperti  Program Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kecelakaan Kerja-Return To Work (JKK-RTW) yang merupakan program pengembangan dari Program JKK, ini sangat luar biasa. Jadi JKK tetap masih berlangsung dengan plafond-plafondnya, malah ada peningkatan jaminan di biaya pemeriksaan dan pengobatan tak terbatas sepanjang diperkuat keterangan/sesuai indikasi medis. Tetapi JKK-RTW ini, adalah semacam diversifikasi pengembangan lebih bagus dan memiliki manfaat lebih bagi peserta,” ujarnya.

“ Jadi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja itu akan dijamin dan dibiayai kesembuhannya sampai masuk kerja kembali, walaupun dia akhirnya cacat fisik atau disabilitas akibat kecelakaan kerja, tetapi ini membutuhkan komitmen dan adanya satu keterbukaan dari para pengusaha untuk bersedia melakukan JKK-RTW, dan berjiwa besar untuk menerima kembali pekerjanya. Pengusaha diharapkan bisa ikut serta dalam Program JKK-RTW ini supaya bisa berjalan lancar. Jadi pengusaha bisa menerima kembali karyawannya, dan untuk masalah kesembuhan tenaga kerja tersebut, itu menjadi tugas kami BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Sri Surastono melaporkan, selama 3 (tiga) kali Kacab BPJS Ketenagakerjaan  Jakarta-Sudirman menggelar Sosialisasi Masif “Kampanye Tanya Saya” jumlah perusahaan yang mendaftar menjadi peserta mencapai angka 50 perusahaan dari seluruh wilayah Sudirman, dengan jumlah tenaga kerja 400.
“ Untuk jumlah peserta bukan penerima upah (PBPU) cukup lumayan. Sekali kita menggelar Sosialisasi Masif, kurang lebih bisa merekrut 100 orang. Jadi total untuk tiga kali menggelar Sosialisasi Masif, ada 300 orang,” paparnya.

Kacab BPJS Ketenagakerjaan Jakarta-Sudirman, ditargetkan pada tahun 2015 harus mengakuisisi 911 perusahaan baru, dari semua jenis perusahaan, baik mikro, kecil, menengah dan besar.
Sementara, target jumlah tenaga kerja, adalah 50.779 orang. 

“ Target iuran, kami ditargetkan bisa mencapai angka Rp 554 miliar. Itu target yang harus kami capai di tahun 2015. Makanya, kami melakukan segala sesuatunya untuk bisa mencapai target tersebut,” tandasnya.  

[ plo / mur / BPJS-KT / bbcom ]
View

Related

REGIONAL 307451021710564540

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item