BG Dilantik, Polri Lecehkan Jokowi, KPK dan Kewibawaan Hukum


JAKARTA, BLOKBERITA -- Komjen Budi Gunawan (BG) telah dilantik dan resmi menjabat sebagai wakil kapolri, Rabu (22/4). Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tomagola menilai, pelantikan terhadap BG sebagai bentuk pelecehan terhadap Presiden Joko Widodo.


Menurutnya, alasan pembatalan pelantikan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu sebagai kapolri beberapa waktu lalu adalah karena aspek hukum dan sosiologis. Dua aspek itu saat ini masih berlaku. Sebab, kata dia, secara hukum perkaranya belum jelas dan juga publik yang masih menolak BG.

" Jadi telah terjadi pelecehan oleh Polri atau tidak mengindahkan wibawa presiden," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (22/4).

Pembatalan pelantikan BG sebagai kapolri secara tidak langsung adalah untuk menjaga institusi kepolisian diisi oleh orang-orang yang bersih. Sebab, kata dia, sampai saat ini dugaan korupsi terhadap jenderal bintang itu masih belum clear.

Dalam Pasal 57 ayat (1) Perpres Nomor 52 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara RI mengatur bahwa pengangkatan dan pemberhentian pejabat pada jabatan dan kepangkatan Perwira Tinggi (PATI) bintang dua ke atas atau yang termasuk dalam lingkup jabatan eselon IA dan IB ditetapkan oleh Kapolri setelah dikonsultasikan dengan Presiden.

" Pertanyaannya apakah Kapolri Badrodin sudah konsultasi dengan Jokowi," ujarnya.


Lecehkan Nurani Publik

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti resmi melantik Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Wakil Kapolri. Pelantikan BG menjadi orang nomor dua di Polri ini dinilai telah menyakiti hati dan melecehkan nurani publik.

Dosen Komunikasi Politik Universitas Indonesia Ade Armando mengatakan, diangkatnya BG menjadi wakapolri bertentangan dengan harapan publik. Publik menginginkan agar Korps Bhayangkara diisi oleh orang-orang yang bersih dan bebas korupsi.

"Padahal BG tidak dilantik menjadi kapolri karena reputasinya (pernah menjadi tersangka korupsi). Polri sangat menyakitkan hati dan melecehkan nurani publik," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (22/4).

Menurut Ade, pelantikan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri menjadi wakapolri adalah bentuk penghianatan terhadap aspirasi masyarakat. Polri seolah menutup mata dan telinga atas harapan publik yang menginginkan Korps Bhayangkara lebih baik.

Ade khawatir jika Budi Gunawan melakukan serangan balik terhadap KPK atas penetapannya sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Jika ini terjadi, kata dia, masyarakat tidak akan percaya kepada institusi Polri.

"Saya berharap mereka (Polri) tidak jadi pihak yang menghambat perang melawan korupsi, minimal tidak merongrong KPK dan pemberantasan korupsi," ujarnya.


Ade khawatir jika Budi Gunawan melakukan serangan balik terhadap KPK atas penetapannya sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Jika ini terjadi, kata dia, masyarakat tidak akan percaya kepada institusi Polri.

" Saya berharap mereka (Polri) tidak jadi pihak yang menghambat perang melawan korupsi, minimal tidak merongrong KPK dan pemberantasan korupsi," ujarnya.

[ bin / mrhill / rol / dtc / bbcom ]


View

Related

TOKOH 1696003560043878338

Posting Komentar

Follow us

Terkini

Facebook

Quotes



















ads

loading...

Connect Us

loading...
item